KPPU Sorot Kenaikan Harga Obat dan Oksigen, Awas Jangan Main-main!

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, Kantor Wilayah III Bandung, meminta marketplace memantau pelaku usaha dalam menetapkan harga. Sebab, tak sedikit pelaku usaha memanfaatkan pandemi dengan membandrol harga melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi).


Kepala KPPU Kanwil III Bandung, Aru Armando menyampaikan, pihak KPPU telah menemukan adanya kenaikan harga yang cukup tinggi untuk obat-obatan Covid-19 dan oksigen.

Berdasarkan hasil survei KPPU, kata Aru, untuk oksigen saja, KPPU menemukan harga dengan rentang kenaikan 16 sampai 900 persen.

“Hasil survei kami di marketplace, apotek dan distributor, kami menemukan harga obat Covid-19 dan oksigen naik cukup tinggi,” ungkap Aru dalam keterangannya, Kamis (8/7/2021).

Untuk obat-obatan, KPPU pun meninjau adanya kenaikan harga yang cukup signifikan. Contohnya, untuk harga obat Favipirapir 200 mg, harganya bisa berkisar antara Rp55.000 hingga Rp80.000/tablet.

Padahal, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat dalam Masa Pandemi Covid-19, HET untuk Favipirapir 200 mg adalah Rp22.500/tablet.

Dari pantauan KPPU, harga obat-obatan dan oksigen yang mengalami kenaikan itu mayoritas ditemukan di toko-toko yang menjajakan produknya secara daring atau online. Oleh karena itu, KPPU meminta pihak-pihak marketplace untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap pelaku-pelaku usaha yang menaikkan harga di tengah masa krisis ketika permintaan obat dan oksigen tengah mengalami kenaikan.

“Mayoritas temuan kami memang ada di marketplace, dan yang cukup memprihatinkan, produk yang dijual tersebut, meskipun sangat mahal, tetap dibeli oleh konsumen,” kata Aru.

Mengingat pada saat ini masyarakat tengah menghadapi masa-masa yang cukup menantang di tengah kelonjakan kasus Covid-19, KPPU pun mengimbau kepada para pelaku usaha untuk bisa menahan diri dan tidak memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan eksesif.

KPPU pun berharap pihak marketplace bisa melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku usaha yang memasang harga tinggi untuk obat-obatan dan oksigen yang dijual kepada masyarakat.

Pantaun Radar Bandung, susu kaleng Bear Brand biasanya dijual dengan harga mulai Rp9-Rp10 ribu. Saat ini masih ada yang menjual dengan harga normal, tapi ada juga yang menjualnya dengan harga yang jauh lebih mahal. Ada yang menjual dengan harga Rp430 ribu/ 30pcs, yang artinya harga satuan sekitar Rp14 ribuan, sedangkan di toko online lain ada yang menjual dengan harga Rp709 ribuan/30pcs atau setara dengan Rp23 ribu/pcs.

Saat ini pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi pada produk vitamin dan obat yang digunakan sebagai terapi Covid-19. Ivermectin yang sebelumnya sempat dijual oleh beberapa oknum penjual dengan harga hingga Rp600 ribu/ strip (10 tablet), kini telah ditetapkan hanya seharga Rp7.500/tablet.

Untuk penjualan oksigen secara online, isi ulang oksigen berkisar di harga Rp20-30 ribu. Sedangkan oksigen portable 500 cc, dijual mulai dari harga termurah yaitu Rp63 ribu sampai dengan harga Rp600 ribu. Banyak toko yang kehabisan stok oksigen portable.

(muh/job/salmah)

Loading...

loading...

Feeds