Bupati Bandung Usulkan Vaksinasi Covid-19 untuk Pelajar

MENINJAU : Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat meninjau fasilitas Yayasan Pendidikan SMP Prima Cendikia Islami, Baleendah, beberapa waktu yang lalu. (FAJAR SIDIQ/JOB RADAR BANDUNG)

MENINJAU : Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat meninjau fasilitas Yayasan Pendidikan SMP Prima Cendikia Islami, Baleendah, beberapa waktu yang lalu. (FAJAR SIDIQ/JOB RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna segera mengusulkan vaksinasi Covid-19 bisa menyasar siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka dapat segera dilaksanakan.


Menurut pria yang akrab disapa Kang DS, metode pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif daripada sistem daring.

“Hingga saat ini penerima vaksin adalah di atas 18 tahun. Tapi kedepannya kami akan coba usulkan vaksinasi bagi anak sekolah,” ujar Dadang saat berkunjung ke Yayasan Pendidikan SMP Prima Cendikia Islami, Baleendah, beberapa waktu yang lalu.

Dalam kunjungannya itu, bupati mengapresiasi sistem pembelajaran yang diterapkan Yayasan Pendidikan SMP Prima Cendikia Islami. Dengan menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai dasar pembelajaran, Dadang berharap SMP Prima Cendikia Islami dapat mencetak generasi qurani.

“Di sini setiap siswanya selalu membaca alquran dan belajar tafsir, yang tentunya akan mereka aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Karena Al-Quran sendiri merupakan pedoman bagi seorang muslim,” ungkap Dadang.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMP Prima, Dadan Wildan menuturkan, digital, millenial dan qurani menjadi metode dalam pendirian sekolahnya. Ia berpendapat, generasi millenial tetap harus memahami digitalisasi namun tetap dengan mengedepankan nilai religiusitas.

SMP Prima Cendikia Islami sendiri dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, antara lain infocus, koneksi internet di setiap ruangan, ruang komputer, podcast, ruang broadcast, hingga absen digital bagi seluruh tenaga pengajar.

“Jadi kalau sekarang kita terima 150 siswa, maka 15 adalah anak yatim. Untuk pembiayaan, seragam, pendaftaran dan uang bangunan semuanya gratis. Kita ambil berkahnya dari situ,” pungkasnya.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds