Angka Positif Covid-19 Tinggi, Desa Kertamulya Siapkan Ruang Isoman bagi Warga

TINJAU: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan saat meninjau kesiapan sarana prasarana lokasi Isoman. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

TINJAU: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan saat meninjau kesiapan sarana prasarana lokasi Isoman. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Akibat kasus Covid-19 terus meningkat di Kecamatan Padalarang, Pemerintah Desa Kertamulya menyiapkan ruang isoman bagi warganya yang terpapar virus Corona.


Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi menjelaskan, sejauh ini pemerintah desa telah menyiapkan enam tempat tidur bagi warga yang terpapar Covid-19.

“Sementara ini bed yang ada baru 6, tapi kita akan tambah sebanyak 4 lagi. Setiap bed kita kasih jarak 2,5 meter dengan dilengkapi fasilitasi per bed itu meja,” katanya saat ditemui Radar Bandung, Kamis (8/7/2021).

Ia menambahkan, Desa Kertamulya memang merupakan salahsatu wilayah dengan penduduk padat. Oleh karena itu, perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya meningkat secara masif.

“Kita terus berikhtiar menurunkan penyebaran seperti hari ini kita melakukan penyemprotan desinfektan di ke rumah-rumah warga sebanyak 7000 rumah,” jelasnya.

Farhan menegaskan, sejauh ini pelayanan bagi masyarakat tidak terganggu. Pasalnya, pihak pemerintah desa melakukan pelayanan di tiga tempat di luar kantor Desa Kertamulya.

“Untuk mengantisipasi penyebaran kita alihkan pelayanan adiministrasi desa ke tiga titik lokasi sehingga masyarakat pun bisa mendapatkan pelayanan karena kantor desa kita tutup lantaran dijadikan ruang isolasi,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah desa Kertamulya dengan menyediakan ruangan isolasi bagi warganya.

“Shelter Desa Kertamulya saya lihat ini yang paling bagus dan mudah-mudahan bisa memotivasi kades yang lain dan jangan beralasan tidak punya anggaran, karena dari DD minimal 8% boleh refocussing untuk penanganan Covid-19,” katanya.

Hengky menyebut, tidak semua rumah warga tidak bisa dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri yang refresentatif. Oleh karena itu, langkah nyata pemerintah desa dalam menangani kasus Covid-19 cukup penting.

“Saya mengapresiasi kepala desa yang berperan aktif membantu pemerintah, mudah-mudahan bisa memotivasi yang lain,” katanya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds