Pabrik Narkoba di Lembang Digerebek, Polisi Sita 1,5 Juta Butir Obat Golongan G

SUASANA: Lokasi pabrik obat ilegal yang ditutup polisi di Kampung Baru Nagri Atas RW 03/ RT 04, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. (HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG).

SUASANA: Lokasi pabrik obat ilegal yang ditutup polisi di Kampung Baru Nagri Atas RW 03/ RT 04, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. (HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG).

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jabar menggerebek pabrik obat ilegal di Kampung Baru Nagri Atas RW 03/ RT 04, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.


Di bangunan bekas pabrik parfum tersebut pihak kepolisian berhasil menyita kurang lebih 1,5 juta butir obat terlarang golongan G yang dipasarkan ke luar pulau Jawa yakni Kalimantan dan Sulawesi.

Selain mengamankan tersangka SS, pihak polisi berhasil mengumpulkan barang bukti berupa dua mesin cetak tablet, Oven merk Suni, mesin mixer, buah tabung Gas LPG 12 kg.

Selain itu diamankan juga mesin ayak, set rak almunium, ayakan, drum warna biru, jolang, timbangan duduk digital, alat pres plastik, genset merk Honda, timbangan digital kecil dan buah fakum cleaner.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat menjelaskan, temuan pembuatan obat farmasi ilegal ini bermula dari pengembangan kasus temuan serupa di Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

“Selain itu kita amankan 2 obat-obatan yang sudah jadi diantaranya 15 dus besar yang berisi obat sudah jadi satu dus berisikan 100 paket, dan setengah ember obat bertuliskan LL siap kemas,” katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (7/7/2021).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pengungkapan di Tasikmalaya pihaknya berhasil mengamankan lima tersangka dan mendapatkan informasi bahwa pemasok bahan-bahan obat terlarang itu didapat dari seorang pasangan suami istri berinisial L dan C yang kemudian diamankan.

Kemudian dari tersangka L, pihaknya mendapat infromasi bahwa keduanya bekerjasama dengan tersangka SS. Setelah ditangkap dan digeledah, ternyata benar tersangka SS memproduksi obat G jenis Double L dan Y atau Trihexyphenidyl.

“Tersangka L kerja sama dalam jual beli bahan tersebut dengan inisial S. Bahan dari L dikasih ke SS, dicetak. Diserahkan ke L didistribusikan, dijual sampai ke luar Jawa. Kalimatan dan Sulawesi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RW 03 Desa Sukajaya, Asep Yuyu mengaku kaget ada penggerebekan pabrik narkoba di wilayahnya. Selama ini ia mengetahui bangunan tersebut dipakai pelaku untuk ternak ayam dan burung.

“Kaget sekaligus malu sih. Warga tahunya pelaku beternak ayam dan burung,” katanya.

Ia menambahkan, pelaku sehari-hari terkenal oleh warga merupakan individu tertutup. Bahkan jarang sekali berinteraksi dengan tetangga. Ia baru menempati bangunan itu selama 4 bulan. Rencananya akan disewa untuk 3 tahun kedepan.

“Waktu datang pertama ke pemilik bangunan dia lapor tempat ini dipakai untuk istirahat. Jadi ia katanya bakal jarang diam sini. Otomatis warga pun jarang interaksi,” katanya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds