Langgar Aturan PPKM Darurat, 37 Warga Jalani Sidang Tipiring

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Sebanyak 37 orang pelanggar aturan PPKM Darurat disidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).


Para pelanggar mayoritas pelaku usaha. Akibatnya, harus menjalani sidang dan mendapatkan sanksi berupa denda.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohanes menjelaskan, masyarakat yang menjalani sidang tersebut merupakan pelaku usaha yang terjaring operasi PPKM Darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021.

“Hari ini yang disidangkan ada 37 pelanggar, dimana disangkakan Perda Provinsi Jabar No. 5/2021 dan dari 35 pelanggar ini merupakan pelaku usaha,” katanya saat ditemui Radar Bandung di Pos PPKM Darurat Terpadu Padalarang, Rabu (7/7).

Ia menambahkan, sejauh ini pelanggaran mayoritas terkait penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di masa pemberlakuan PPKM Darurat yang akan berakhir 20 Juli 2021 mendatang.

“Adapun vonis yang diberikan oleh hakim rata-rata denda dari Rp100 ribu hingga Rp700 ribu. Pelanggar merupakan pelaku usaha pertokoan, rumah makan dan restoran,” katanya.

Sebagaimana diketahui wilayah hukum Polres Cimahi meliputi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Yohanes menyebut, tidak sedikit pengusaha rumah makan maupun restoran yang tidak mentaati peraturan pemerintah. Salah satunya dengan masih melayani pembeli makan di tempat.

“Padahal seharusnya dalam situasi PPKM Darurat ini perusahaan atau pengusaha rumah makan tidak boleh menyediakan makan di tempat harus take away, dibawa pulang,” jelasnya.

“Selain itu, tidak sedikit juga para pelanggar yang tidak menyediakan sarana dan prasarana penunjang prokes Covid-19. Seperti halnya tempat cuci tangan, thermo gun maupun hand sanitizer,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penuntutan Kejari Bale Bandung, Dawin S Gaja mengatakan, sidang yang dilakukan merupakan upaya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk lebih mematuhi peraturan PPKM Darurat.

“Ini juga merupakan upaya untuk mempersempit penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika masyarakat yang telah mengikuti sidang tersebut dan dijatuhi sanksi selanjutnya barang bukti yang disita petugas langsung diberikan kembali kepada pemilik.

“Ketika sudah mengikuti persidangan dan membayar denda barang bukti yang disita langsung dikembalikan,” pungkasnya. (kro)

Loading...

loading...

Feeds