KBB Krisis Oksigen Tangani Kasus Covid-19

ILUSTRASI: Pekerja melayani pelanggan isi ulang oksigen di agen isi ulang oksigen kawasan Joglo Raya, Jakarta, Kamis (17/6/2021). Permintaan oksigen untuk kebutuhan medis rumahan meningkat 50 persen sejak pandemi covid-19 mewabah di Jakarta. Rata-rata warga menggunakan oksigen untuk pribadi dan penanganan darurat saat isolasi mandiri di rumah. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

ILUSTRASI: Pekerja melayani pelanggan isi ulang oksigen di agen isi ulang oksigen kawasan Joglo Raya, Jakarta, Kamis (17/6/2021). Permintaan oksigen untuk kebutuhan medis rumahan meningkat 50 persen sejak pandemi covid-19 mewabah di Jakarta. Rata-rata warga menggunakan oksigen untuk pribadi dan penanganan darurat saat isolasi mandiri di rumah. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com, CIKALONG WETAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat berupaya melakukan pemenuhan kebutuhan oksigen medis bagi pasien Covid-19.


Pasalnya, hingga saat ini kebutuhan oksigen yang dipasok oleh distributor berkurang hingga 90 persen. Hal itu lantaran peningkatan kasus Covid-19 yang semakin tinggi.

Kepala Dinkes Bandung Barat, Eisenhower Sitanggang menjelaskan, pemasok oksigen memprioritaskan kepentingan oksigen nasional dengan berkonsolidasi ke provinsi dan kabupaten kota.

“Biasanya kita minta ke distributor oksigen 100 tabung per hari. Namun hanya dipenuhi 10 tabung hingga 20 per hari. Pemasok tidak bisa memastikan jumlah oksigen yang bisa dikirim,” katanya saat ditemui Radar Bandung, Selasa (6/7/2020).

Eisenhower menambahkan, untuk mengantisipasi krisis oksigen medis, pihaknya melakukan beberapa upaya agar kebutuhan oksigen bagi pasien Corona di wilayahnya dapat terpenuhi.

“KBB akan mendapat bantuan oksigen liquid sebanyak 1 ton. Terkait bantuan oksigen dari provinsi membutuhkan tabung khusus. Maka setiap rumah sakit didorong untuk mencari alat oksigen liquid yang bisa disewa,” jelasnya.

Selain itu, Eisen menyebut, pihaknya akan memaksimalkan alat pembangkit oksigen atau generator oksigen di RSUD Cikalongwetan. Setidaknya jika alat itu dapat berjalan normal bisa menghasilkan 38-40 tabung dalam 8 jam.

“Cara kerjanya menyerap oksigen bebas, memproses dan menyimpannya ke dalam tabung. Jadi dalam satu hari ini bisa naik dua kali. Kurang lebih dalam 1 hari bisa menghasilkan 80 tabung,” jelasnya.

Saat ini, alat generator oksigen itu harus dilakukan perbaikan yang memakan waktu satu minggu ke depan. Ia menjelaskan, hal tersebut agar oksigen yang dihasilkan memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

“Karena kalau dipaksakan bisa merusak alatnya. Ini barang mahal dan sensitif. Hari ini siang datang teknisi, mudah-mudahan besok optimal dijalankan,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Cikalongwetan, Yulius Stepanus mengatakan, rencana penambahan ruangan perawatan bagi pasien Covid-19 terhambat lantaran krisis oksigen yang terjadi saat ini.

“Kita sediakan sekitar 37 bed sekarang terisi hampir 90 persen sudah 35 bed terisi. Cuma bed tambahan sebanyak 63 belum dioperasikan karena terbatasnya oksigen,” katanya. (kro)

Loading...

loading...

Feeds