Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat, Angin Kencang di Jabar dan Bandung Raya

ILUSTRASI: Pengendara melintasi genang banjir di Jalan BKR, Kota Bandung, Senin (21/6/2021). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Pengendara melintasi genang banjir di Jalan BKR, Kota Bandung, Senin (21/6/2021). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia pada Sabtu (3/7).


Pada sistem peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang seperti di Aceh, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Kemudian, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua, Papua Barat.

“Lalu di Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan,” tulis BMKG.

Lebih lanjut, khusus di wilayah DKI Jakarta, pada Sabtu cenderung berawan dan cerah berawan hampir di semua wilayah sejak pagi hingga malam hari.

Sementara di Jawa Barat, potensi hujan disertai kilat dan angin kencang dapat terjadi di Kab/kota Sukabumi, Cianjur, Kab/kota Bogor, Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Majalengka, Tasikmalaya, Kuningan, Ciamis, dan Kota Banjar.

Gelombang tinggi

BMKG juga mengeluarkan peringatan diri waspada gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia akibat sirkulasi udara di Samudra Pasifik utara Papua.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Karimata, perairan Kepulauan Sermata-Kep. Tanimbar, perairan kepulauan Kei sampai Kep. Aru, Laut Arafuru dan Laut Banda.

Tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan barat Pulau Simeuleu sampai Kep. Mentawai, Bengkulu-barat Lampung, Samudra Hindia barat Aceh-Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat.

“Kemudian Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Sumbawa hingga Pulau Rote, laut Sawu, Samudra Hindia selatan NTT, perairan selatan Kep. Tanimbar sampai Kep.Kei, dan laut Arafuru bagian selatan dan tengah,” beber BMKG.

Gelombang tinggi 4 sampai 6 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Samudra Hindia barat Lampung sampai selatan Lombok.

BMKG meminta untuk mewaspadai risiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter), kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter). Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

“Kemudian kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tegas BMKG.

(jpnn)

Loading...

loading...

Feeds