Cerita Dokter Sudah Divaksin Sinovac tapi Terinfeksi Covid-19

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan terinfeksi Covid-19 (YouTube pribadi)

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan terinfeksi Covid-19 (YouTube pribadi)

POJOKBANDUNG.com – PENYEBARAN virus Corona Covid-19 varian Delta membuat para tenaga kesehatan dan dokter ikut terpapar Covid. Padahal rata-rata nakes sudah divaksinasi Covid dengan vaksin Sinovac.


Mengapa bisa sampai tertular? Tentu saja dengan beban rumah sakit yang begitu tinggi, pasien mencapai rekor setiap hari, membuat para nakes kelelahan.

Daya tahan tubuh mereka drop ditambah dengan viral load di rumah sakit yang begitu tinggi. Salah satunya dialami Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam, yang tertular Covid meski sudah divaksinasi.

Tentu sebagai guru besar, dekan, dan dokter spesialis penyakit dalam, setiap hari ia selalu bolak-balik rumah sakit dan bertemu pasien.

Ia menduga kemungkinan penularan terjadi saat di jalan atau di luar rumah. “Terkena tidak jelas di mana, karena setiap hari ke kantor dan RS. Namun tracer kantor dan rumah negatif,” kata Prof Ari kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Ia menjalani isolasi mandiri dengan terus memantau kesehatannya menggunakan 3 alat utama yakni tensimeter, oksimeter dan termometer. Sejauh ini gejala yang dihadapinya cenderung ringan.

“Gejalanya ringan cuma pegal-pegal dan pilek,” katanya.

Dokter Ari sebelumnya memang penyintas Covid atau pernah terinfeksi juga. Ia sempat mendapat suntikan pertama vaksin sekitar 2 minggu sebelum dinyatakan positif.

“Saya kan penyintas sebelumnya dan antibodi saya masih tinggi di atas 250,” paparnya.

Sebelumnya data Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan sebanyak 14 dari 61 dokter yang sudah divaksinasi, meninggal setelah terpapar Covid-19 sepanjang Februari-Mei 2021.

Data di Kudus, ada 358 nakes yang terinfeksi dan di antaranya adalah 70 dokter. Hanya 30 orang dengan kondisi ringan sedang. Dan, 1 orang kondisi berat. Namun untuk secara detailnya apa penyebab dan alasan masih dilakukan pengumpulan data dan penelitian. (jpc)

Loading...

loading...

Feeds