Zona Merah, Kota Bandung Akan Berlakukan Jam Malam

DOK/ RADAR BANDUNG

DOK/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung akan mempertimbangkan untuk berlakukan jam malam. Musababnya, kota kembang masih dalam zona merah Covid-19.


“Karena kasus Covid-19 di Bandung semakin tinggi, kami pertimbangkan untuk memberlakukan jam malam,” ujar Walikota Bandung, Oded M. Danial, kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Oded mengatakan, pembatasan aktivitas juga akan dilakukan seperti kegiatan di tempat ibadah. Selain itu, pusat perbelanjaan seperti mall ditutup mengikuti jam penutupan jalan yaitu pukul 18.00 WIB.

“Sedangkan untuk jam kegiatan ekonomi dibatasi sampai dengan pukul 17.00 WIB,” terangnya.

Untuk penerapan aturan yang ditetapkan di Kota Bandung, Oded mengatakan semua sudah di atur dalam Perwal, bahkan perihal sanksi yang diberikan kepada warga yang membandel.

Oded melanjutkan, aturan yang diberlakukan sampai saat ini masih mengacu pada Perwal 61 tahun 2021. Untuk kemudian jika ada pembaharuan aturan yang ditetapkan pemerintah pusat terutama setelah pemberlakuan PPKM darurat, maka Kota Bandung akan menyesuaikan.

“Jadi untuk sementara yang menjadi acuan masih Perwal 61 tahun 2021,” terangnya.

Oded mengatakan, Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Bandung sampai dengan Selasa 29 Juni 2021 total konfirmasi 24.326 kasus, dengan konfirmasi aktif 2.846 kasus, untuk konfirmasi sembuh 21.028 kasus dan konfirmasi meninggal 452 kasus.

Sedangkan untuk keterisian Rumah Sakit (BOR: Bed Occupancy Ratio) di Kota Bandung sampai dengan hari Selasa 29 Juni 2021 adalah 95,48 persen.

Sementara itu, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, untuk pemberlakukan jam malam dengan cara memperketat kegiatan di atas pukul 18.00 WIB.

“Untuk kegiatan di atas pukul 18.00 WIB, akan dibatasi. Hanya diperbolehkan untuk kegiatan yang sangat mendesak,” ujar Ema.

Pengawasan dilakukan oleh kewilayahan sampai tingkat RW. Bahkan, untuk kegiatan di tempat ibadah, ketua RW bisa menentukan apakah wilayahnya masuk zona merah atau bukan.

“Jika di wilayah tersebut misalnya sudah ada 15 orang yang terpapar, maka kegiatan di tempat ibadah sebaiknya ditiadakan. Beribadah dipersilahkan dilakukan di rumah masing-masing,” terangnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds