PPKM Kabupaten Bandung Siapkan Program Peningkatan Digitalisasi

SUASANA : Suasana kegiatan Musyawarah Besar PPKM Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (30/6/2021). (IST)

SUASANA : Suasana kegiatan Musyawarah Besar PPKM Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (30/6/2021). (IST)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Paguyuban Pengusaha Kecil Menengah (PPKM) Kabupaten Bandung menggelar Musyawarah Besar II, dengan tema menegaskan kembali peran PPKM sebagai wadah khususnya pelaku usaha mikro kecil yang dibangun dengan silahturahmi untuk maju dan kuat bersama dalam kemandirian.


Ketua Umum PPKM Kabupaten Bandung, Surya Budiman mengatakan, kedepannya akan ada beberapa program yang akan dilaksanakan. Kata Surya, mayoritas program yang diselenggarakan adalah menambah kapasitas building. Artinya upaya peningkatan kemampuan pengusaha melalui pelatihan agar bisa memberantas buta digital.

“Oleh karena itu, kita kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi untuk peningkatan kapasitas digitalnya,” ujar Surya saat ditemui disela-sela kegiatan Musyawarah Besar PPKM Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (30/6/2021).

Menurut Surya, untuk saat ini masih belum ada kemampuan mapping untuk mengklastering dan mengelompokkan pelaku usaha, dalam artian usahanya secara aset dan omset masih belum bisa dibedakan atau masih bersifat general.

“Kedepan kita akan berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung, untuk membuat sebuah platform yang bisa mengklastering pelaku usaha, bisa website atau data digital yang lain,” tutur Surya.

Untuk saat ini, PPKM memiliki anggota yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Bandung. Surya berharap, kedepannya PPKM bisa memiliki manfaat yang lebih besar terhadap keberhasilan para pelaku usaha mikro dan kecil.

“Fungsi PPKM sendiri sebetulnya ada tiga sebagai silahturahmi, informasi dan edukasi. Oleh karena itu, mudah-mudahan bisa meningkatkan kapasitas usaha, yang penting ada progres kedepan,” ungkapnya.

Dalam musyawarah besar tersebut, Surya mengungkapkan pergantian nama Paguyuban Pengusaha Kecil Menengah (PPKM) Kabupaten Bandung menjadi Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Neneng Zaenar Riani menambahkan, PPKM Kabupaten Bandung merupakan salah satu komunitas UKM yang anggotanya sudah go digital. Katanya, hal tersebut sejalan dengan visi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, yaitu mendigitalisasi UKM dan koperasi.

“Mudah-mudahan bisa memperluas sayap dan memperbanyak anggotanya, bisa mencapai 31 kecamatan. UKM bisa go digital dan go ekspor,” ucap Neneng.

Menurut Neneng, PPKM Kabupaten Bandung ini merupakan komunitas yang bersifat mandiri dan sudah banyak jaringannya dan banyak berkiprah dalam membantu instansi dalam rangka pengembangan UKM.

“Jadi Kabupaten Bandung kan sudah membuat MoU dengan perguruan tinggi, mereka yang maju kedepan dan melakukan perjajian kerjasamanya, kemudian juga dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan,” papar Neneng.

Kabid Perencanaan Pembangunan Sumber Daya Alam dan Investasi di Bappeda, Dadan Wardana berharap, keberadaan PPKM bisa menjadi wadah untuk mempersatukan UKM yang ada di Kabupaten Bandung.
Menurutnya, UKM Kabupaten Bandung bisa maju berkat sinergi, harmonisasi dan kolaborasi diantara pelaku usaha dan pemerintah. Dirinya berharap kemandirian dari pelaku usaha kecil dan mikro bisa terbentuk.

“Sangat berpengaruh ke investasi (keberadaan organisasi UKM). Karena investasi itu kan tidak hanya berdasarkan pada modal, tapi juga pada karya. PPKM ini mudah-mudahan menjadi sarana untuk membuat pelaku usahanya siap melangkah ke pasar global. Dengan kesiapan itu diharapkan investasi bisa masuk,” pungkas Dadan.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds