300 ASN Pemkot Bandung Terpapar Covid-19

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kasus Aparatur Negeri Sipil (ASN) yang positif Covid-19 di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dikabarkan terus meningkat.


Pemkot Bandung pun kini menutup seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sepekan ke depan, hingga 5 Juni 2021, seluruh OPD akan memberlakukan Work From Home (WFH) dengan persentase jumlah yang disesuaikan.

Pantauan Radar Bandung, hingga Senin (28/6) siang, sekitar pukul 13.00 WIB, lingkungan Balai Kota Bandung terpantau sepi.

Beberapa ASN, hingga sekuriti membenarkan akan adanya penutupan. Kendati demikian, masih terlihat beberapa aktivitas di lingkungan tersebut.

Ditemui terpisah, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana membenarkan ihwal penutupan tersebut, Pemkot Bandung kini memberlakukan pola WFH untuk para ASN. Adapun, kata Yana, ada sekitar 300 ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita masih data terus ya, kalau secara keseluruhan lebih dari 300 orang ASN yang terpapar, tersebar (tidak hanya yang bertugas di Balai Kota tapi di kantor-kantor dinas),” ungkap Yana saat meninjau Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Senin (28/9).

Yana menerangkan, kendati Pemkot Bandung memberlakukan WFH, pelayanan publik tetap dibuka, namun fokus pada pelayanan secara online.

“Meskipun WFH, tapi tidak mengganggu pelayanan (publik) terhadap masyarakat termasuk di Balkot (Balai Kota),” katanya.

Sementara itu, terkait persentase ASN diberlakukan secara fleksibel, bergantung pengaturan OPD masing-masing.

Menurutnya, terpenting yaitu tetap memberikan pelayanan masyarakat. Selebihnya, seluruh OPD boleh mengatur dan menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaannya.

“(Untuk) WFH, sebetulnya di Perwal (peraturan walikota) kemarin 50 persen, sekarang kita sudah jadi 75 persen, tapi khusus untuk yang pelayanan seperti puskesmas itu diserahkan kepada mereka, bisa lebih dari 75 atau kurang 75 persen,” katanya.

“Kita lihat satu minggu (penutupan), mudah-mudahan dengan upaya pemerintah kota membatasi mobilitas (penyebaran dapat ditekan). Penyebaran (Covid-19) ini kuncinya karena mobilitas warga (transmisi orang),” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds