KCIC: Aktivitas Blasting Terowongan di Tipar KBB Berada di Bawah Pengawasan LAPI ITB

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Warga Kompleks Tipar Silih Asih RW 10, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat mengadukan dampak ledakan dalam pelaksanaan proyek PT Kereta Cepat Indonesia-China (PT KCIC) kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.


Aduan itu tak lain terkait blasting (pengeboman) terowongan yang KCIC lakukan.

Menurut Ketua RT 04/13 Kompleks Tipar Silih Asih, Heru Agam, adanya kegiatan pengeboman dapat merusak bangunan berupa retakan. Seperti halnya yang terjadi pada 24-28 September 2019.

Dalam kurun waktu itu, tercatat ada sekitar 8 ledakan besar. Kegiatan itu, Heru menduga, dilaksanakan tanpa melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga.

“Saat itu pelaksana proyek tidak melakukan pemberitahuan atau tanda berupa serine,” kata Heru, Kamis (24/6).

Bukan saja tanpa pemberitahuan, warga menduga delapan ledakan awal tanpa melibatkan LAPI ITB. Selain itu, ia menduga KCIC tak pernah menunjukkan Amdal dalam proses peledakan pada wilayah itu.

“LAPI ITB baru dilibatkan setelah kita komplain banyak rumah retak. Dalam beberapa pertemuan dengan kita juga sempat menagih Amdal blasting, tapi tak pernah menunjukkan,” tambahnya.

Menurutnya dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan pertemuan kedua dengan Pemprov Jabar dengan agenda pembacaan hasil penelitian geologi terhadap pergerakan tanah di lokasi.

“Kajian Badan Geologi diharap jadi pencerah bagi semua kalangan tentang apa yang terjadi di Tipar,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya mengatakan, dalam setiap kegiatan pada area proyek pembangunan, termasuk blasting terowongan, menggandeng LAPI ITB untuk mengawasi dan memastikan bahwa aktivitas tak melanggar aturan serta mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan.

Pada progres pembangunan sepanjang trase, segala aktivitas blasting seperti jadwal dan jumlah bahan peledak sudah sesuai aturan serta kaidah dan rekomendasi LAPI ITB.

“Bahkan kami sangat mengutamakan pelaksanaan konstruksi sesuai dengan aturan yang berlaku dan mengedepankan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3),” kata Mirza.

Seperti diketahui, blasting Tunnel 11 pada sekitaran Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13 Desa Laksanamekar, Padalarang, Bandung Barat, sudah sesuai prosedur dan aturan.

Mirza menjelaskan, aktivitas blasting tunnel 11 terakhir kali dilaksanakan Minggu (20/6/2021).

Sepanjang pengerjaan pembangunan sejak Desember 2020 hingga 18 Juni 2021, blasting selalu dikerjakan dibawah ambang batas yakni 2 mm/s2 dan noise atau tingkat kebisingan dibawah 101dB.

Selanjutnya sisa pengerjaan tunnel sepanjang 15 meter akan dilaksanakan dengan menggunakan excavator dan memakan waktu sekitar 18 hari terhitung sejak 22 Juni 2021.

Setelahnya, tidak ada lagi aktivitas penggalian tunnel, hanya aktivitas pengerjaan struktur dan finishing dinding tunnel.

“Kontraktor selalu mematuhi semua rekomendasi dari konsultan blasting LAPI ITB dan sejauh ini bekerja dibawah ambang batas kebisingan dan batas getaran sesuai rekomendasi LAPI ITB,” ungkapnya.

(kro/gat)

Loading...

loading...

Feeds