Organda Bandung Barat: Sarana dan Prasarana di Uji Kir Belum Mendukung

FASILITAS: Salah satu fasilitas sarana prasarana pendukung mebeler kursi dan meja di gedung uji kir milik Dishub KBB di Cikamuning, Padalarang. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG).

FASILITAS: Salah satu fasilitas sarana prasarana pendukung mebeler kursi dan meja di gedung uji kir milik Dishub KBB di Cikamuning, Padalarang. (FOTO: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG).

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Sarana dan prasarana pendukung seperti mebeler kursi dan meja di tempat pengujian kendaraan (uji kir), UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, Dinas Perhubungan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), banyak yang rusak.


Ketua Organda KBB, Asep Dedi Setiawan menyayangkan banyaknya sarana prasarana yang kondisinya sudah tidak layak tapi masih tetap dipergunakan di kantor uji kir Dinas Perhubungan (Dishub) KBB. Padahal kalau melihat alat-alat uji kendaraannya sangat canggih.

“Kalau untuk alat uji kir kendaraan saya akui sangat canggih, bagus, dan modern, salah satu yang terbaik di Jawa Barat. Tapi fasilitas pendukung seperti kursi dan mebelernya banyak yang tidak layak, harus diganti,” ujarnya.

Dia melihat gedung uji kir milik Dishub KBB yang berlokasi di Kampung Cikamuning, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, cukup representatif dan memenuhi standar Kementerian Perhubungan. Sistem pembayarannya pun sudah online (non tunai) sehingga mencegah terjadinya praktik pungli.

Baca Juga: RSHS Bandung Buka Pendaftaran Vaksin bagi Masyarakat Umum, Ini Caranya

Tapi hal tersebut tidak diimbangi dengan kondisi mebeler yang ada di dalam gedung. Bahkan sebagian besar mebelernya sudah tua dan tak sedikit yang kropos karena termakan usia. Bahkan ada mebeler yang dibuat pada 2007 atau sama usianya dengan KBB yang sudah mencapai 14 tahun.

Ia menyarankan agar mebeler yang sudah tua ‘dipensiunkan’ dan diganti yang baru. Selain bisa mencelakan orang, juga tidak estetik, mengingat kondisi bangunannya bagus tapi mebelernya jelek.

“Saya sempat duduk di kursi ternyata reyot seperti mau patah, itu kan membahayakan,” keluhnya.

Baca Juga: Kasus Covid di Bandung Barat Tinggi, PPKM Diperketat Hingga Tingkat Wilayah

Dia pun menyoroti kondisi lahan parkir yang dinilainya perlu ditata lebih baik. Pasalnya ada lahan parkir yang masih berupa tanah dan ditumbuhi rumput liar. Semestinya ada penataan sehingga masyarakat yang datang atau ketika ada Dishub dari kabupaten/kota lain yang studi banding merasa nyaman.

“Lahan parkir juga harus ditata, jadi gedung uji kir bagus di dalam dan tampak indah dari luar. Sehingga kalau ada yang studi banding juga pasti mengapresiasi, apalagi kalau kendaraan yang mau kir sebisa mungkin ban tidak kotor oleh tanah,” pungkasnya.

(kro)

 

Loading...

loading...

Feeds