Begini Penjelasan BMKG Soal Cuaca di Bandung Raya

ILUSTRASI: Pengendara melintasi genang banjir di Jalan BKR, Kota Bandung, Senin (21/6/2021). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Pengendara melintasi genang banjir di Jalan BKR, Kota Bandung, Senin (21/6/2021). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.id, BANDUNG – Wilayah Bandung Raya kerap dilanda hujan deras, disusul banjir di sejumlah wilayah khususnya di Kota Bandung. Dalam amatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, tingginya curah hujan itu dipicu sejumlah faktor.


Prakirawan BMKG Bandung, Yan Firdaus mengungkapkan, derasnya hujan diantaranya dipengaruhi tingginya tingkat kelembaban di Jawa Barat, serta terjadinya peningkatan suhu permukaaan laut (anomali positif).

Selain itu, terdapat pula fenomena lain seperti Sirkulasi Eddy di wilayah sekitar Jawa, sehingga pembentukan awan hujan pun masih aktif. Saat ini, lanjut Yan, curah hujan di Bandung termasuk di atas normal, terpantau di angka 163 mm. Kondisi ini diartikan bahwa wilayah Bandung Raya belum memasuki musim kemarau.

“Dari mana kita mengetahui Bandung Raya belum memasuki kemarau? Salah satuya melalui hitungan berdasarkan tipe curah hujannya, kalau kurang dari 150 mm maka sudah memasuki musim kemarau. Tapi di Bandung Raya masih di atas itu. Sehingga dari BMKG Bandung belum bisa menyatakan Bandung sudah memasuki masa kemarau,” jelasnya kepada Radar Bandung, Kamis (24/6/2021).

Di samping itu, suhu udara menjadi terasa lebih dingin. Yan mengatakan, hal tersebut sebenarnya suatu keadaan yang normal. Meskipun begitu dirinya menjelaskan tentang penyebab mengapa suhu yang dirasakan menjadi lebih dingin dari biasanya.

“Menurut catatan kami sebenarnya masih normal untuk ukuran bulan juni. Mungkin terasa dingin karena beberapa hal, karena masih aktifnya pertumpukan awan hujan maka ada fenomena pendinginan oleh proses evaporasi, kondensasi atau perubahan masa air. Ketika adanya perubahan masa air maka dia akan menyerap dan melepas energi. Nah, ketika menyerap energi itulah maka lingkungannya akan lebih dingin,” jelasnya.

Selain itu dijelaskan juga bahwa hal tersebut terjadi karena pengaruh dari angin Muson Australia yang saat ini aktif membawa masa udara kering dan dingin.

“Yang aktif itu angin Muson Australia, sifatnya membawa masa udara kering dan dingin dari Australia, yang memang pada sekarang ini sudah memasuki musim dingin, maka pengaruhnya sampai ke wilayah Jawa, termasuk Jawa Barat,” tambahnya.

Menurut Yan, kondisi ini seharusnya berakhir di akhir bulan Juni ini.

“Secara perkiraan sampai akhir bulan Juni ini, ya, mudah-mudahan. Kemungkinannya sampai akhir bulan,” katanya.

Yan mengimbau masyarakat, khususnya Bandung Raya agar selalu waspada dan tetap menjaga kondisi tubuh ditengah hujan deras yang sering terjadi.

“Imbauan bagi masyarkat Bandung Raya dan sekitarnya harus selalu waspada karena potensi hujan yang disertai dengan kilat dan angin kencang, terutama di siang dan menjelang malam hari. Selalu menjaga kondisi tubuhnya karena cuaca sering hujan, suhu rendah pada pagi dan malam hari. Itu biasanya yang jadi penyebab kita mudah terinfeksi penyakit,” pungkasnya.

(muh/job/salmah)

 

Loading...

loading...

Feeds