1.723 Liang Lahat Khusus Covid-19 di TPU Cikadut Sudah Terisi

ILUSTRASI: Pemakaman pasien covid-19 di Bandung (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Pemakaman pasien covid-19 di Bandung (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.id, BANDUNG – Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Achmad Tadjudin menyebut, dari 5.000 liang lahat khusus yang disiapkan untuk jenazah penderita Covid-19 di TPU Cikadut, sekitar 1.723 diantaranya sudah terisi.


Sejak awal, Tadjudin menjelaskan, pihak Distaru menyiapkan total luasan sekitar dua hektare untuk pemakaman khusus tersebut. Tadjudin berharap, kasus pasien Covid-19 yang meninggal bisa semakin ditekan.

“Khusus untuk lahan makam covid itu luasnya ada kurang lebih 2 hektare atau sejumlah 5.000 liang lahat, yang sudah terpakai kurang lebih 1.723 liang lahat. Luas yang masih tersisa kurang lebih 13 ribu meter persegi,” ungkapnya, Kamis (24/6/2021).

Penggunaan lahan pemakaman untuk jenazah penderita Covid-19, ungkap Tadjudin, lebih luas daripada pemakaman biasanya, yakni mencapai 2×2 meter. Pasalnya, pemakaman tersebut dilakukan dengan tetap memasukan peti jenazah.

Dalam setahun ini, Tadjudin mengungkapkan, sudah ada 196 makam yang dibongkar untuk pemindahan jenazah yang ternyata terkonfirmasi negatif Covid-19. Tadjudin mengakui bahwa ratusan jenazah tersebut meninggal bukan karena menderita Covid-19.

“Menurut data yang ada di kami, jumlah yang sudah dipindahkan ada 196, karena berdasarkan rujukan rumah sakit ternyata jenazah itu negatif Covid-19. Yang dibawa keluar Kota Bandung ada 71, yang masih di dalam Kota Bandung ada 125,” katanya.

Tadjudin mengungkap, hingga saat ini terdapat 55 petugas di TPU Cikadut yang mengurus pemakaman jenazah penderita Covid-19, terdiri dari 20 orang sebagai penggali dan 35 lainnya sebagai pemangku.

“Kita bagi menjadi tiga shift. Kami mengimbau kepada warga masyarakat, pemakaman dibatasi waktu yang awalnya kami 24 jam hingga pukul 22.00 WIB. Ini dilakukan karena kami kekwatiran juga dengan kesehatan mereka,” katanya.

“Tapi kenyataan di lapangan tidak seperti itu, karena kami juga kasian ketika ada ambulans yang sudah terlanjut datang, jenazah ada dilapangan tidak mungkin kami tolak. akhirnya dibuka juga proses pemakan itu. Seperti malam kemarin, hingga jam 12 malam masih ada proses pemakaman,” katanya.

Tadjudin melanjutkan, semenjak meningkatnya kasus, pihak Distaru tidak hanya mengandalkan petugas-petugas yang ada di TPU Cikadut, namun juga meminta bantuan ke petugas TPU lainnya. Diketahui, terdapat 13 TPU yang ada di Kota Bandung.

Sekitar dua pekan terakhir, lanjut Tadjudin, proses pemakaman di TPU Cikadut tidak hanya dilakukan oleh petugas TPU, tapi diperbantukan dengan penggunaan alat berat berupa Beko.

“Kita perbantukan karena memang kasusnya meningkat,” ungkapnya.

Disinggung terkait ketentuan ziarah di TPU Cikadut, Tadjudin menegaskan, hingga saat ini masyarakat diperbolehkan untuk melakukan ziarah kubur. Tak ada ketentuan khusus, akan tetapi Tadjudin mengimbau agar pihak kerluarga yang hendak melakukan ziarah tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin selama berada di lingkungan TPU.

“Kami meyakini, ketika inangnya meninggal virusnya juga meninggal, tapi karena khawatir ada tapak-tapak yang terkena jenazah, itu yang harus dijaga. Silakan (ziarah) tidak ada aturan khusus asal menerapkan prokes,” jelasnya.

“Walaupun lahan masih tersedia tapi kami berharap kasus meningkat ini tidak berlanjut. Kami mengimbau Kepada masyarakat walaupun sudah divaksin untuk tetap menjaga imun dan tetap menjaga prokes 5M,” pungkasnya.

(muh)

 

Loading...

loading...

Feeds