Nakes di Zona Merah Akan Dipasok Suplemen Imunitas Rhea Health Tone

Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Bandung, Rabu (16/6/2021)
(FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Bandung, Rabu (16/6/2021) (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima bantuan suplemen bernama Rhea Health Tone (RHT). Suplemen tersebut merupakan hasil penelitian di Armenia senilai Rp6,8 miliar. Fungsi Suplemen RTH itu untuk terapi dan menjaga imunitas terhadap Covid-19 dan akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan (nakes).


Inisiatior RHT di Indonesia, Rudiantara menyerahkan bantuan tersebut kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara simbolis dalam pertemuan secara virtual, Rabu (23/6/2021).

“(RHT) dimungkinkan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh front liner kesehatan (tenaga kesehatan) yang terdampak virus Covid-19,” ucap mantan Menkominfo ini.

Mantan Menteri Desa Eko Putro Sandjojo yang juga inisiator RHT mengatakan, suplemen ini direkomendasikan sebagai bagian dari terapi pasien Covid-19 di Armenia. Meski begitu, ia memilih tidak mengklaim suplemen itu adalah obat Covid-19, karena harus melalui serangkaian uji coba klinis.

RHT adalah imunomodulator minyak esensial pertama di Indonesia yang telah mendapat sertifikasi BPOM pada bulan April 2020 (T1204633151 – sebagai suplemen).

RTH memiliki penelitian yang luas terkait dengan manfaatnya sebagai imunomodulator serta berbagai penelitian untuk mengukur manfaat sebagai antibakterial, antivirus, anti peradangan dan kandungan antioksidan yang tinggi. Ujicoba pengobatan menggandeng BPPOM dan RSHS Bandung juga RS Wisma Atlet Jakarta.

“Banyak yang sudah terbantu, percepatan penyembuhan bisa 5-7 hari mereka rata-rata PCR negatif. Tapi ini bukan suara akademik jadi harus on trial,” kata Eko.

Baca Juga: Kasus Covid di Bandung Barat Tinggi, PPKM Diperketat Hingga Tingkat Wilayah

Sementara itu, Ridwan Kamil menyebut 25.000 botol suplemen kesehatan RHT akan didistribusikan dengan strategi tertentu. Salah satu fokusnya adalah menyalurkan suplemen kepada tenaga kesehatan di zona merah, seperti wilayah Bandung Raya dan Bodebek.

Lalu, CISDI atau Centre for Indonesia’s Strategic Development Initiatives adalah organisasi nirlaba yang bekerja sama dengan Pemda Provinsi Jabar merekrut ribuan nakes dalam program Puskesmas Terpadu dan Juara (Puspa).

Baca Juga: Disiplin Prokes Belum Maksimal, Satu Hari Tembus 100 Orang Positif Covid-19 di Bandung Barat

Kemudian, alokasi suplemen itu pun akan diberikan kepada Puskesmas dan rumah sakit di daerah yang kasusnya tinggi.

“Alhamdulillah kami terima bantuan untuk pemerintah provinsi Jawa Barat dari kerja sama dengan berbagai pihak sebanyak 25 ribu botol RHT senilai Rp6,8 miliar,” ujar Emil sapaan Ridwan Kamil.

“Kami akan bagi satu kepada tenaga kesehatan (nakes) yang di CISDI, dan kedua nakes yang ada di zona merah itu diperbanyak perbandingannya satu banding dua,” katanya.

Maka urusan pembagian itu kami tidak akan rata tapi proposional. Untuk itu mohon perbanyak ke bodebek, perbanyak ke Bandung raya baru sisanya ke daerah yang terdata secara kasus harian tidak setinggi dua metropolitan tadi,” jelasnya.

(dbs)

Loading...

loading...

Feeds