Di Luar Zona Merah, Pariwisata di Kabupaten Bandung Boleh Dibuka

SUASANA: Suasana disalah satu objek wisata sebelum kembali beroperasi, Rancabali, Jumat (12/6). (IST)

SUASANA: Suasana disalah satu objek wisata sebelum kembali beroperasi, Rancabali, Jumat (12/6). (IST)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Objek wisata di kecamatan yang berstatus diluar zona merah resiko penyebaran Covid 19, diizinkan untuk dibuka. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha.


Yosep mengatakan, jika merujuk pada Imendagri Nomor 14 Tahun 2021, Surat Edaran Bupati Bandung tanggal 21 Juni, dan instruksi satgas Covid 19, objek wisata di zona merah dilarang dibuka.

“Artinya, kalau lokasi pariwisatanya berada di kecamatan yang zona buka merah, itu boleh buka, dengan pembatasan kapasitas dan jam operasional serta pengetatan prokes sesuai aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” ujar Yosep saat dihubungi RadarBandung, Rabu (23/6/2021).

“Saya sedang meminta update zonasi dari dinas kesehatan, jadi saya belum tahu (wisata yang berada di zona merah dan harus ditutup),” sambungnya.

Yosep menuturkan, objek wisata dengan minat publik yang tinggi seperti objek wisata di wilayah Dago dan wilayah Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali seperti kolam renang Walini, itu harus ada pengawasan. Menurutnya, pengawasan objek wisata merupakan kewenangan camat selaku Satgas Covid-19 ditingkat kecamatan.

“Kalau berdasarkan pengamatan, pada umumnya tempat wisata di Kabupaten Bandung berada di zona selain merah, ada yang orange dan kuning bahkan hijau,” tutur Yosep.

Baca Juga: Kota Bandung Tutup Wisata dan Tempat Hiburan

Mengenai wisatawan yang berasal dari luar daerah, kata Yosep, diperbolehkan melancong ke Kabupaten Bandung namun harus memiliki surat bebas Covid 19. Upaya yang dilakukan pihaknya guna mencegah penyebaran Covid 19 di objek wisata adalah dengan rutin mengkampanyekan protokol kesehatan dan melakukan pengawasan dengan ketat.

“Instrumen pengawasannya yang harus ketat, ketika mereka berada di perjalanan maupun ketika mereka berada di lokasi wisata, itu ada satgas internal pengawasan, penegakkan protokol kesehatan di masing-masing objek wisata, itu yang harus optimal,” ungkap Yosep.

Baca Juga: Disiplin Prokes Belum Maksimal, Satu Hari Tembus 100 Orang Positif Covid-19 di Bandung Barat

Menurut Yosep, setiap orang bisa terpapar Covid 19 dimana saja seperti saat dalam perjalanan. Yosep melanjutkan, jika setiap orang yang ada di objek wisata mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik maka potensi penyebaran Covid 19 dapat ditekan.

“Yang sedang kita pikirkan adalah jangan sampai tempat wisata itu jadi potensi penyebaran baru, tapi justru harus jadi potensi penyembuhan, bahkan bukan hanya bagi orang sehat tapi juga bagi orang yang sudah terpapar,” pungkas Yosep.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds