P4GNPN Kota Bandung Gelar Intervensi Ketahanan Keluarga Menuju Kelurahan Bersih Narkoba

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tim Terpadu P4GNPN Kota Bandung, Jawa Barat, menggelar pelaksanaan Intervensi Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan menuju Kelurahan, Kota Bandung serta Indonesia Bersinar (Bersih narkoba).


Kegiatan yang berlangsung pada Senin  (21/6) ini, diikuti 21 kelurahan di Kota Bandung, dimana tiga  kelurahan  hadir melalui tatap muka, sedangkan 18 kelurahan lainnya mengikuti secara virtual.

Untuk peserta kegiatan tatap muka dilaksanakan dihadiri sebanyak 18 peserta perwakilan dari Kelurahan Antapani Tengah, Isola dan Kelurahan Sukamiskin.

Peserta Intervensi Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Kelurahan tersebut diikuti oleh para lurah dengan melibatkan para peserta dari unsur perwakilan relawan, PKK, pendidik, instansi pemerintah dan swasta, serta lingkungan masyarakat dan keluarga.

Tujuannya, adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya membangun sistem ketahanan diri individu terhadap penyalahgunaan narkoba melalui intervensi ketahanan keluarga yang kemudian dimodifikasi dengan pelaksanaan kelurahan bersinar di Kota Bandung, dalam rangka mewujudkan kelurahan, Kota Bandung serta Indonesia bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Program yang berfokus pada Penguatan Ketahanan Keluarga yang sebelumnya telah dilakukan oleh BNN bekerjasama dengan UNODC dan berdampak signifikan pada peningkatan kemampuan pola pengasuhan anak oleh orang tua, peningkatan kemampuan anak serta penurunan perilaku negatif anak kemudian dilanjutkan pada tahun 2020-2024 dengan pengembangan pada wilayah Desa sebagai bentuk implementasi adanya Kelurahan Bersinar dengan Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan.

Kegiatan ini merupakan modifikasi antara program Desa/Kelurahan Bersinar dan Ketahanan Keluarga Anti Narkoba.

“Untuk itu diperlukan sinergitas dan dukungan serta komitmen dari Stakeholders terkait yaitu dari Instansi Pemerintah,Institusi Swasta, Lembaga Pendidikan, dan juga seluruh komponen masyarakat yang memiliki strategis dan sangat penting dalam mewujudkan program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba”, ujar Saras Putri Utami selaku moderator saat membuka sesi diskusi.

Penanganan masalah Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), melalui intervensi ketahanan keluarga berbasis sumber daya pembangunan kelurahan ini, BNN Kota Bandung menghadirkan 23 kelurahan yang menjadi prioritas kelurahan Bersinar di Kota Bandung, sesuai Keputusan Walikota Bandung Nomor. 148/Kep. 333-BKBP/2021, tentang penetapan Kelurahan Bersih Narkoba.

Kegiatan offline dan online ini berlangsung mulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 12.00 Wib. Sementara, dua kelurahan lainnya, akan menggelar kegiatan yang sama pada Rabu mendatang.

Kepala BNN Kota Bandung, AKBP. Deni Yus Danial, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, memaparkan, Indonesia sudah darurat narkoba, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Di Indonesia, ungkap, Deni, berdasarkan data prevalensi, Jawa Barat merupakan daerah tertinggi dalam penyalagunaan  narkoba dengan jarum suntik yaitu sebanyak 20 persen atau sekitar 13.608 orang penyalahguna narkotika jarum suntik.

Untuk menanggulangi penyalahguna dan peredaran gelap narkoba, negara sebenarnya sudah mempunyai suatu strategi yang disebut P4GN.  P4GN, adalah strategi negara yang didesain untuk menanggulangi masalah narkoba, jadi bukan saja dari sisi pemberantasannya saja akan tetapi bagaimana upaya dalam  pencegahannya, tutur Deni.

Disebutkan, Permendagri No. 12 Tahun 2019 tentang fasilitasi P4GN dan Inpres No. 2 Tahun 2020 perihal Rencana Aksi Nasional (RAN) yang mengamanahkan tentang penguatan P4GN.

UU No. 35 Tahun 2009, telah menyebutkan, dalam pelaksanaan P4GN, BNN sebagai leading sektor atau penggerak , namun dalam pelaksanaannya, P4GN merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. “Saat ini, upaya untuk memobilisasi pelaksanaan P4GN, tampaknya belum terlihat,” ujarnya.

Apep Insan Parid, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Kota Bandung, yang menjadi narasumber kedua, menuturkan, pelaksanaan P4GN di Kota Bandung, memang belum maksimal, karena terkendala oleh sumber daya manusia.

Meski demikian, sampai saat ini kita masih terus menggenjot pelaksanaan P4GN melalui kelurahan Bersinar (Bersih narkoba).

Untuk mendukung kelurahan bersinar itu, pemerintah Kota Bandung telah membentuk Tim Terpadu P4GNPN, dengan tujuan memberdayakan seluruh SKPD, termasuk para camat dan lurah.

Dalam pelaksanaannya, Tim Terpadu ini bertugas menyusun dan melaksanakan rencana aksi daerah terkait program P4GN, selanjutnya mengkoordinasikan, menyerahkan, mengendalikan dan mengawasi fasilitasi P4GN di Kota Bandung.

Menyinggung perihal, Inpres No.2 Tahun 2020, tentang RAN penguatan P4GN, pemerintah Kota Bandung kini telah merespon dengan keluarnya perda mengenai pelaksanaan P4GN yang ditetapkan melalui paripurna pada rapat 17 Mei Tahun 2021.

Sementara itu narasumber terakhir, dr. Hj.Rita Verta Sri Hasnarty, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, menjelaskan, ketahanan keluarga adalah hal yang harus terjaga dalam suatu keluarga,  karena permasalahan yang terjadi di luar keluarga, diawali dari keluarga dan berasal dari keluarga.

Dimana, untuk membentuk suatu keluarga yang utuh, tentu   yang pertama harus dilakukan mengembangkan spiritual yaitu melalui agama. Agama adalah pondasi dari suatu keluarga yang utuh.

Menurut Rita, ada enam dimensi dalam ketahanan keluarga, diantaranya,  dimensi legalitas atau keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, ketahanan budaya dan terakhir kemitraan kesetaraan gender.***

Loading...

loading...

Feeds