Plasma Konvalesen di PMI Kota Bandung Langka, Jangan Takut Donor!

DONOR: Penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen. (FOTO: JAWA POS)

DONOR: Penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen. (FOTO: JAWA POS)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Lonjakan kasus Covid-19 berimbas pada kenaikan permintaan donor plasma konvalesen di Kota Bandung. Namun, tingginya kasus tak sebanding dengan jumlah pendonor dengan permintaan akan labu darah saat ini.


Kepala UTD PMI Kota Bandung, dr Uke Muktimanah menyampaikan, setiap harinya rata-rata pendonor sebanyak 12 orang yang, menghasilkan hingga 30 kantong darah plasma konvalesen.

“Penurunan jumlah pendonor ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ucapnya saat dihubungi Radar Bandung, (21/6/2021).

Uke mengatakan, kurang lebih 300 orang kini harus menunggu untuk bisa mendapatkan donor plasma konvalesen tersebut. Meski tidak bisa menyimpan stok, Uke mengungkapkan PMI Kota Bandung terus berupaya untuk memenuhi permintaan tersebut.

Uke mengaku, ada sejumlah kendala dalam mendapatkan donor plasma ini, diantaranya para penyintas yang tidak ingin diketahui bahwa dirinya pernah terpapar Covid-19. Sebagian penyintas pun, kata Uke, masih ada yang merasa khawatir dan takut untuk mendonor.

“Biasanya karena takut, tidak pernah donor. Lalu ada sebagian penyintas memang tidak mau ketahuan,” jelasnya.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov Jabar Tambah 2.400 Tempat Tidur

Uke melanjutkan, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 tidak menjadikan jumlah pendonor sama-sama naik. Terkadang, tidak semua penyintas memiliki titer antobodi yang bagus.

“Kemudian titer antibodinya yang kurang bagus. Karena kita kan memerlukan titer antibodi yang berkualitas,” katanya.

Uke mengatakan, pemberlakuan PSBB turut berpengaruh pada turunnya jumlah pendonor. Para pendonor takut dan khawatir untuk datang ke PMI.

Baca Juga: Jubir Satgas Wiku Adisasmito Umumkan Positif Covid-19

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena selama proses transfusi darah, PMI telah menjamin keamanan bagi para pendonor, petugas dan penerima donor,” ungkapnya.

Selain itu PMI Kota Bandung juga kini menambah dua mesin apheresis plasma konvalesen, dengan harapan agar dapat menghasilkan lebih banyak darah plasma dan dapat memenuhi kebutuhan plasma ini.

(muh/job/salmah)

Loading...

loading...

Feeds