Respon Tingginya Peminat Produk Kecantikan, Beauty Station Digelar di 23 Paskal Selama 5 Hari

KECANTIKAN: Suasana di dalam booth Beauty Station yang menghadirkan ragam produk kecantikan dari jenama lokal, bertempat di 23 Paskal Bandung pada 16-20 Juni 2020. (NUR FIDHIAH SHABRINA/RADAR BANDUNG)

KECANTIKAN: Suasana di dalam booth Beauty Station yang menghadirkan ragam produk kecantikan dari jenama lokal, bertempat di 23 Paskal Bandung pada 16-20 Juni 2020. (NUR FIDHIAH SHABRINA/RADAR BANDUNG)

Selain produk asal Bandung, Beauty Station juga memfasilitasi pelaku usaha produk kecantikan lainnya yang baru merintis. Di tengah perkembangan produk kecantikan, dewasa ini tentunya jenama dengan produk-produk kecantikan yang tak kalah inovatif dan berkualitas juga pasti bermunculan.


Dari total 60-an jenama lokal yang mendaftar, akhirnya terpilih 26 jenama yang berhasil lolos dan buka booth di Beauty Station.

“Masing-masing jenama sudah punya kostumernya sendiri. Karena setiap kulit orang pasti beda pengaruhnya, ada yang saya cocok pakai Emina misalnya, terus mbaknya cocok pakai Wardah, kalau yang ini cocoknya Implora. Walaupun mereka (jenama) gak gede banget, tapi sudah punya pangsa pasar sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Potensi Industri Kecantikan Besar, Futri Zulya Buka Cabang ZGlow Clinic di Bandung

“Di sini juga sekalian memfasilitasi teman-teman jenama baru. Tapi ada juga beberapa produk yang sudah besar dan dikenal banyak kostumer, seperti Wardah, ada juga jenama rintisan seperti Implora dari Sidoarjo yang sekarang growthnya sedang tinggi, dan ada Jumbuh dari Bandung,” sambungnya.

Berlangsung di tengah kondisi Bandung dengan angka penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi, kata Alif, sejak awal pihaknya hanya menargetkan 10 persen jumlah pengunjung yang datang ke Beauty Station. Jumlah tersebut diambil dari keseluruhan kunjungan 23 Paskal dalam sehari.

Baca Juga: Natur-E Ajak Wanita Indonesia Berinspirasi Melalui “Kelebihanmu, Kecantikanmu”

Biasanya dalam sehari jumlah pengunjung 23 Paskal Bandung mencapai 25 ribu orang. Beauty Station hanya menargetkan 2500 pengunjung dari keseluruhan kunjungan. Katanya, bila kondisi di dalam booth sudah cukup penuh, panitia akan menutup pengunjung yang masuk dan dialihkan untuk berkeliling dahulu sembari menunggu kondisi di dalam stabil.

“2500 pengunjung itu tidak dalam waktu yang bersamaan. Tapi dalam satu hari. Jadi kita sudah bikin SOP, kalau di dalam penuh kita tidak izinkan masuk. Kalau penuh mereka (pengunjung) kita arahkan untuk jalan-jalan dulu,” tandasnya.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds