Ratusan Nakes di Kabupaten Bandung Terpapar Covid-19, Dinkes Khawatirkan Ini

NAKES : Seorang tenaga kesehatan saat keluar dari ruang Vaksinasi saat kegiataan Vaksinasi masal di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

NAKES : Seorang tenaga kesehatan saat keluar dari ruang Vaksinasi saat kegiataan Vaksinasi masal di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Sebanyak 212 tenaga kesehatan terpapar Covid 19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung khawatirkan adanya kekurangan tenaga kesehatan ditengah lonjakan kasus corona dan penuhnya rumah sakit rujukan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana mengatakan, di tiga RSUD ada 82 tenaga kesehatan yang terpapar Covid 19 dan di 62 puskesmas terdapat 130 tenaga kesehatan yang positif Covid 19. Kata Grace, total tenaga kesehatan di Kabupaten Bandung itu sebanyak 3.600 orang.

“Untuk kekurangan tenaga kesehatan ini, kami sudah mohon bantuan kepada Provinsi Jawa Barat, selain menggantikan tenaga kesehatan yang sudah terpapar, juga untuk bisa penambahan tempat tidur,” kata Grace di Soreang beberapa waktu yang lalu.

Dari empat indikator yaitu kasus aktif, kasus sembuh, kasus meninggal dan kasus keterpakaian bed isolasi, Grace mengungkapkan, di Kabupaten Bandung yang paling tinggi adalah keterpakaian bed isolasi yang melebihi ambang, sementara untuk yang lainnya masih berada digaris ambang.

“Sebelum zona merah pun, saya sudah menginstruksikan untuk membuat surat edaran kepada rumah sakit agar menyediakan bed minimal 30 persen untuk isolasi. Begitu kita melihat angka BOR nya tinggi, dari 36 menjadi 40 terus 44, kita sudah warning kepada satgas, kita harus hati-hati. BOR mencapai 88 persen,” tutur Grace.

Baca Juga: Kabupaten Bandung Terapkan Lockdown Hanya di Tingkat RT

Salah satu upaya untuk mengantisipasi jumlah keterisian bed isolasi, pihaknya akan menggunakan RS Soreang lama sebagai tenpat isolasi dengan kapasitas 100 bed.

“Kita setiap hari memantau bersama ketersediaan tempat tidur. Alhamdulillah RS Al Ihsan menambah 36 bed, RS Soreang dan RS Cicalengka melalui rekayasa akan menambah empat bed, kemudian RS Majalaya akan menambah paling sedikit 10 maksimal 15. Harapannya ada penambahan kapasitas bed,” tutur Grace.

Baca Juga: Perayaan Hut Kabupaten Bandung Barat Digelar Sederhana, Ini Agendanya

Grace meminta masyarakat harus bahu membahu dalam upaya penanganan Covid 19.

“Dalam masalah Covid 19, penanganan kesehatan adalah bagian hilirnya atau dampaknya, nah hulunya harus kita persiapkan, artinya masyarakat juga bersama-sama mengedukasikan kepada yang lainnya bagaimana pentingnya menjalankan 5 M ,” pungkasnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds