Literasi Digital Dinilai Bisa Perkuat Karakter Siswa

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Peran satuan pendidikan dalam implementasi literasi digital terutama dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), terhadap siswa di sekolah cukup vital.


Pasalnya, efektivitas perogram tersebut tergantung kepada sejauh mana sekolah memberikan ruang dan waktu kepada siswa untuk memiliki kompetensi yang mumpuni.

Kepala Bidang Kurikulum dan Bahasa Disdik KBB, Dadang A Sapardan menjelaskan, salah satu kebijakan strategis pemerintah yang harus dilakukan secara masif oleh setiap satuan pendidikan adalah implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

“Implementasinya dilandasi dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan implementasi teknisnya diperkuat dengan lahirnya regulasi turunan yaitu Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal,” katanya, Jumat (18/6/2021).

Ia menambahkan, Penguatan Pendidikan Karakter merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Selain itu, perlu adanya pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (RNRM).

“Tugas satuan pendidikan tidak terlalu berat pada penguatan ranah kognitif (pengetahuan) tetapi melakukan penguatan pada sikap (attitude) setiap siswanya,” katanya.

Baca Juga: Sektor Pendidikan Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Melanggar UUD 1945

Ia menjelaskan, literasi merupakan istilah yang merujuk pada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Implementasi literasi oleh setiap satuan pendidikan dikemas melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dalam GLS ini, terdapat enam kemampuan literasi dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan,” katanya.

Baca Juga: Lembaga Pendidikan Akan Dikenai PPN, Begini Reaksi DPR RI

Ia menegaskan, saat ini dunia digital dipenuhi dengan berbagai konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, radikalisme, praktik penipuan, dan berbagai konten negatif lainnya. Melalui keterbangunan literasi digital pada setiap siswa, keberadaan konten negatif yang merusak ekosistem digital tersebut dapat ditangkal dan disingkirkan.

“Satuan pendidikan harus menjadi ujung tombak dalam mendorong kompetensi literasi digital pada setiap siswa. Langkah yang dapat dilakukan melalui penerapan kebijakan implementasi literasi digital di antaranya lewat kemasan program GLS. Melalui langkah ini, siswa dimungkinkan dapat melakukan akselerasi percepatan kepemilikan wawasan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan perangkat digital sebagai sarananya,” katanya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds