Kabupaten Bandung Optimalkan Penanganan Sampah, Begini Caranya

NUMPUK : Sampah terlihat menumpuk hingga menjadi perhatian dari pejalan kaki.

NUMPUK : Sampah terlihat menumpuk hingga menjadi perhatian dari pejalan kaki.

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Melalui sejumlah program, Pemerintah Kabupaten Bandung terus melakukan upaya optimalisasi penanganan masalah sampah.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah mengatakan, penanganan sampah dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama pendekatan darurat, artinya petugas akan mengambil sampah kemudian memindahkannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kedua membangun sistem agar masalah sampah bisa tertangani sejak dari sumbernya.

“Kita sudah cukup optimal dari sisi pelayanan, apalagi ada program Citarum Harum, jadi kita juga harus mengangkut dari sedimentasi sungai. Saat ini, kita bisa memindahkan 300 ton sampai 350 ton sampah ke TPA,” ujar Asep di Soreang, Jumat (18/6/2021).

Asep berharap ada pengalokasian anggaran untuk penambahan armada pengangkut sampah. Dimana saat ini, Kabupaten Bandung hanya memiliki 109 unit armada padahal ada banyak titik layanan yang tersebar di 24 kecamatan. Asep juga mengeluhkan adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang kerap muncul.

“TPS liar kan sulit kita prediksi ya, karena itu perilaku orang yang melintas di jalur protokol, ada beberapa yang kebiasaan jadi di titik tertentu ada yang terus membuang. Sudah dilaksanakan pembangunan beberapa TPS baru sebanyak 12 titik,” tutur Asep.

Dalam rangka mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke TPS liar, pihaknya akan mengukuhkan 306 orang sebagai kades Bandung Bedas Bersih Sampah, yang akan disebar ke seluruh kecamatan dan memiliki tugas mengedukasi masyarakat.

“Tugas edukasi ini kan beragam ya, dari mulai membantu masyarakat yang masih belum sadar mengelola sampah di rumah dan ada fungsi penyebarluasan informasi, ini adalah upaya kerja langsung untuk penanganan TPS liar,” ungkapnya.

Kata Asep, di tingkat komunal sudah banyak program penanganan sampah, dari mulai bank sampah tematik, zero wise ditingkat desa, kemudian kedepan akan dilaunching program Kampung Bedas.

“Kita ingin bank sampah tematik mampu menjadi rantai pasok sehingga masyarakat bisa melihat sampah an organik sebagai peluang untuk peningkatan ekonomi. Lalu desa akan diintervensi untuk bisa memelihara lingkungan bersama masyarakat. Kita juga sedang gencar bio konversi magot,” papar Asep.

Baca Juga: Kabupaten Bandung Terapkan Lockdown Hanya di Tingkat RT

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menambahkan kendaraan operasional sampah idealnya satu desa satu unit, namun pihaknya akan mengusahakan satu kecamatan bisa memiliki satu unit mobil pengangkut sampah. Sehingga, lanjut Dadang, pada saat TPA Legok Nangka selesai dibangun, tidak ada hambatan lagi dalam hal angkutan.

“Kita juga akan fokus untuk penanganan sampah yang saat ini masih berserakan, Dinas LH akan lebih exist mengambil sampah-sampah di daerah untuk dimasukkan ke TPAS atau TPA yang ada di wilayah Kabupaten Bandung dan Sarimukti,” kata pria yang akrab disapa Kang DS.

Baca Juga: Ratusan Nakes di Kabupaten Bandung Terpapar Covid-19, Dinkes Khawatirkan Ini

Bupati juga berjanji akan mensupport program penanganan sampah seperti kegiatan daur ulang yang dilakukan di masing-masing RW dan desa. Katanya, hal tersebut merupakan kreativitas dan inovasi yang luar biasa.

“Langkah-langkah daur ulang akan kita lakukan dalam waktu dekat, tiga bulan kedepan, mudah-mudahan akan lebih tertib dalam rangka penanganan sampah,” pungkas Kang DS.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds