Kabupaten Bandung Terapkan Lockdown Hanya di Tingkat RT

ILUSTRASI PPKM - Petugas menyemprotkan cairan disinfektan  di wilayah Kampung Ciburial, Desa Cibogo, Lembang. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI PPKM - Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di wilayah Kampung Ciburial, Desa Cibogo, Lembang. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung lakukan pemetaan zona merah dan pemberlakukan lockdown wilayah. Hal itu hanya akan dipusatkan pada tingkat Rukun Tetangga (RT).


Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, wilayah Kabupaten Bandung akan dibagi menjadi beberapa klaster yaitu daerah zona hijau artinya masyarakat bisa melakukan kegiatan sehari-hari secara normal. Zona kuning kegiatan masyarakat akan dibatasi sekitar 50 persen. Zona merah akan ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang difokuskan di tingkat RT.

“Jadi tidak satu desa lockdown, hanya RT yang kategori zona merah. Hal ini akan kita lakukan dalam tujuh hari kedepan, dengan melihat perkembangan,” ujar Dadang saat wawancara di Soreang, Rabu (16/6/2021).

Pria yang akrab disapa Kang DS, meminta Dinas Sosial Kabupaten Bandung untuk mendata warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Katanya, warga yang tengah menjalani karantina harus diberikan bantuan kebutuhan makanan, termasuk bantuan pemeriksaan kesehatan seperti pemberian vitamin dan lainnya.

“Kita juga akan mapping jumlah tenaga kesehatan yang tersedia, apakah tenaga kesehatannya kurang atau bagaimana. Jika ada kekurangan, maka saya akan koordinasi dengan gubernur, untuk penambahan nakes atau dengan mengajak relawan,” tutur Kang DS.

Baca Juga: Wuhan Bebas Covid, Ribuan Wisudawan tanpa Jaga Jarak dan Tak Ada Masker

Pemerintah Kabupaten Bandung juga akan menyiapkan mobil siaga. Kata Kang DS, disinyalir kondisi di lapangan itu banyak warga yang terpapar Covid-19 namun ketersediaan sarana untuk mobilisasi masih kurang. Penyediaan mobil siaga tersebut, ungkap Dadang, dengan menggunakan biaya tak terduga atau dengan menggunakan kendaraan yang sudah ada.

“Karena Kabupaten Bandung sudah masuk pada zona merah, maka WFH nya 75 persen. Bekerja dengan menggunakan zoom meeting agar tetap bisa memberikan kontribusi pekerjaan sehingga pelayanan tidak terhenti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana menyebutkan, di Kabupaten Bandung ada enam kecamatan dan tujuh desa yang kategori zona merah. Namun untuk pemberlakuan lockdown diperkecil menjadi tingkat RT dan kebijakan lockdown merupakan kewenangan satgas wilayah.

Baca Juga: Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Dinyatakan Negatif Covid-19 Usai Isolasi 2 Minggu

Kata Grace, peringkat pertama klaster Covid 19 yang teridentifikasi di Kabupaten Bandung adalah klaster keluarga, disusul klaster perkantoran, pesantren, pabrik, pelaku perjalanan, fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jadi ini yang mendominasi ada enam klaster, yang lainnya ada juga tapi tidak mendominasi,” ujar Grace di Soreang, Rabu (16/6).

“58 persen kasus di Kabupaten Bandung adalah orang tanpa gejala, kalau dia menjalan prokesnya dengan baik maka bisa mengurangi penyebaran,” pungkas Grace.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds