Cegah Kedatangan Wisatawan, Polresta Bandung Dirikan Check Poin

MENIKMATI : Sejumlah wisatawan saat tengah menikmati makanan yang disajikan di resto Kapal Pinisi Glamping Lakeside, Rancabali. (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

MENIKMATI : Sejumlah wisatawan saat tengah menikmati makanan yang disajikan di resto Kapal Pinisi Glamping Lakeside, Rancabali. (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Menindaklanjuti kebijakan penutupan objek wisata di Kabupaten Bandung, Polresta Bandung bangun check poin untuk mencegah kedatangan wisatawan.


Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung, diputusakan seluruh objek wisata dan tempat yang berpotensi mengundang kerumunan seperti Stadion Jalak Harupat akan ditutup selama tujuh hari kedepan.

“Teknisnya nanti para Kapolsek yang punya wilayah akan melakukan koordinasi dan komunikasi untuk memberikan pemahaman dulu kepada para pengelola wisata,” ujar Hendra saat dihubungi, Rabu (16/6/2021).

“Kita sedang mendirikan pos di Exit Tol Seroja, nanti disitu akan diisi anggota Lantas dan Sabhara, sifatnya pemberitahuan bahwa ada penutupan tempat-tempat wisata,” sambung Hendra.

Baca Juga: BOR Rumah Sakit Hampir Penuh, Bandung Raya Siaga 1 ‘Perang’ Lawan Covid-19

Pihak Polresta Bandung akan melakukan pengecekan untuk memastikan tidak adanya objek wisata yang buka. Kata Hendra, akan dilakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap objek wisata

“Untuk petugas yang mengawasi secara langsung nanti, dari polsek masing-masing dilakukan secara terpadu dengan forkopimcam,” jelas Hendra.

Baca Juga: Lokawisata di Bandung Barat Ditutup Total, Operasi Yustisi Diperketat

Hendra mengaku prihatin dengan bed occupancy rate (BOR) di Kabupaten Bandung yang sudah diangka 88 persen. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bandung tengah mengupayakan tambahan bed untuk pasien Covid 19 sebanyak 100 buah. Selain itu, aktivitas kantor juga dibatasi dengan pemberlakuan WFH sebesar 75 persen.

“Jangan lupa 5 M, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilisasi. Itu adalah obat yang paling mujarab,” pungkas Hendra.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds