Proyek Infrastruktur Penanganan Banjir Terkendala, Ini Penyebabnya

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pembebasan lahan menjadi kendala utama dalam kegiatan pembangunan infrastruktur penanganan banjir.


Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Anang Muchlis mengatakan, BBWS Citarum menginginkan kolaborasi dari pemerintah daerah dan provinsi terkait permasalahan lahan. Kata Muchlis, BBWS Citarum tidak bisa menyelesaikan sendiri permasalahan sosial seperti pembebasan lahan.

“Harus ada kerjasama dengan pemerintah provinsi, kabupaten atau kota. Jadi, kalau BBWS Citarum harus sekaligus mengatasi masalah lahan dan pembangunan, jelas enggak mampu. Kita kan punya keterbatasan, harus ada sharing,” ujar Anang saat dihubungi RadarBandung, kemarin.

Anang mencontohkan sungai yang seharusnya segera dilakukan pembenahan, yaitu Sungai Citepus dan Sungai Cibeureum. Kata Anang, seharusnya lebar sungai itu bisa mencapai 10 meter sampai 12 meter, tapi kondisi di lapangan hanya tiga meter saja.

Kondisi tersebut membuat air naik ke pemukiman dan jalan raya saat hujan lebat dan debit air sungai meningkat.

Sementara itu, Anang mengaku sudah bertemu dengan Bupati Bandung, Dadang Supriatna untuk membicarakan masalah-masalah mengenai pembebasan lahan.

Di Kabupaten Bandung sendiri terdapat Sungai Cisunggalah yang seharusnya dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT), namun urung dikerjakan karena adanya penolakan warga yang ingin tanahnya mendapatkan dana pembebasan lahan.

Belum terlaksanakannya pembangunan TPT membuat Sungai Cisunggalah yang hanya memiliki tanggul berupa karung, jebol beberapa waktu lalu sehingga banjir menerjang rumah-rumah warga yang ada di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung.

“Desain untuk pelaksanaan itu (TPT) sudah kita buat tahun 2019, tahun ini kita sudah anggarkan untuk pelaksanaannya sebesar Rp15 miliar. Terus kita lelang, sudah ada pemenangnya, ternyata begitu kontraktor sudah mau action di lapangan, ada beberapa warga yang menolak, tanahnya minta dibebaskan,” tutur Anang.

Baca Juga: Bupati Bandung Terpilih: Banjir Bakal Berkurang dalam Program 99 Hari Kerja

Kata Anang, Sungai Cisunggalah memiliki area yang cukup panjang. Jika TPT hanya dibangun pada sebagian area sungai, maka itu hanya akan membuat banjir berpindah area. Oleh karena itu, seluruh ruas sungai harus ditangani.

“Oleh karena itu, dananya dialihkan ke tempat lain, kan dimana-mana ada masalah banjir. Karena kan kalau dialokasikan percuma, tidak bisa bangun juga, karena tanahnya kan belum tuntas,” ungkap Anang.

Baca Juga: Bangunan Liar di KBU Picu Banjir, Pemerintah Akan Periksa IMB

Saat ini dalam rangka penanganan banjir, BBWS Citarum sudah membuat bangunan penangkap sedimen di Sungai Cigeuruh. Kemudian juga tengah dilakukan pembangunan folder Andir di daerah Dayeuhkolot yang diharapkan bisa selesai akhir tahun 2021.

“Jika folder Andir selesai, itu masih ada banjir, tapi bukan disebabkan dari Sungai Citarum, tapi banjir itu karena rumah-rumah di samping sungai yang ketinggiannya hampir sama dengan Sungai Citarum. Sehingga pada saat hujan lebat, air yang dari pemukiman tidak bisa membuang ke sungai karena air sungai juga sedang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan banjir masuk ke pemukiman. Oleh karena itu harus dibangun folder-folder,” pungkas Anang.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds