Pasar Tumpah di Kawasan RSUD Al Ihsan Dinilai Hambat Mobilisasi Ambulans


 

AUDIENSI: Jajaran RSUD Al Ihsan saat mengikuti audiensi di ruang kerja Bupati Bandung, Soreang, Selasa (15/6/2021). (FOTO: DOK HUMAS PEMKAB BANDUNG)

AUDIENSI: Jajaran RSUD Al Ihsan saat mengikuti audiensi di ruang kerja Bupati Bandung, Soreang, Selasa (15/6/2021). (FOTO: DOK HUMAS PEMKAB BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – RSUD Al Ihsan keluhkan aktivitas pasar tumpah di sekitaran area rumah sakit yang mengganggu pergerakan ambulans. Keluhan itu disampaikan kepada BUpati Bandung, Dadang Supriatna.


Direktur Utama (Dirut) RSUD Al Ihsan, Dewi Basmala Gatot mengatakan, adanya aktivitas masyarakat, seperti pasar tumpah, cukup menghambat mobilisasi ambulans di jalur sekitar RSUD Al Ihsan. Selain itu, sejumlah kendaraan aplikasi online juga kerap menghalangi pergerakan ambulans.

“Ketika suara sirine ambulans terdengar, kami harapkan masyarakat sama-sama aware memberikan kelancaran bagi pergerakan ambulans. Karena di dalam ambulans, tentu ada pasien yang kondisinya gawat darurat dan ketika berbicara menyelamatkan nyawa, itu hitungannya detik,” ujar Dewi saat audiensi di ruang kerja Bupati Bandung, Soreang, Selasa (15/6/2021).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengimbau masyarakat memprioritaskan jalan untuk mobilitas ambulans. Terlebih, katanya, saat ini Kabupaten Bandung kembali masuk zona merah risiko Covid-19. Di mana intensitas mobilisasi pasien dari dan menuju rumah sakit rujukan covid, khususnya RSUD Al Ihsan, cukup meningkat.

“Jalur akses ke RSUD Al Ihsan ini harus bebas hambatan. Bukan hanya pengguna kendaraan saja yang harus memprioritaskan ambulans. Warga yang beraktivitas di jalur menuju rumah sakit pun, jangan sampai mengganggu pergerakan ambulans,” kata Bupati.

Baca Juga: Pasien Diduga Terpapar Covid-19 Kabur dari Lantai 3 RSUD Al-Ihsan Bandung

Kata Dadang, mobilisasi ambulans berkaitan erat dengan keselamatan nyawa manusia. Oleh karena itu, pihaknya akan menginstruksikan jajarannya untuk menertibkan jalur akses yang rawan hambatan tersebut.

“Saya akan tugaskan Dishub dan Satpol PP untuk melakukan penertiban jalan di sekitar RSUD Al Ihsan. Statusnya rumah sakit provinsi, tapi banyak pasiennya warga Kabupaten Bandung. Tentu ini menjadi perhatian, karena kita juga sama-sama fokus melayani masyarakat,” tutur Dadang.

Baca Juga: Puncak Milad ke-25, RSUD Al Ihsan Gelar Ops Bibir Sumbing dan Celah Langit Gratis

Selain itu, ungkap Dadang, akan dilakukan pemetaan terhadap kegiatan di desa-desa setelah Kabupaten Bandung dinyatakan masuk zona merah.

“Kita akan mapping, desa mana yang masih bisa berkegiatan, mana yang dibatasi dan mana yang masih boleh beraktivitas. Ini instruksi pusat, bahwa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala mikro akan kita tetapkan,” pungkas Bupati.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds