Ledakan Kasus Covid-19 Diprediksi Terus Terjadi, RSHS Bandung Minta Tambahan Nakes

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.id, BANDUNG – Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sudah lampu kuning. Hingga Selasa (14/6/2021), dari 224 tempat tidur yang tersedia sebanyak 162 tempat sudah terisi atau mencapai 72,3 persen.


Plh Direktur Pelayanan Medik, Perawatan dan Penunjang RSHS Bandung, dr Yana Akhmad Supriatna menyampaikan, tren kenaikan terjadi pascalibur lebaran, diprediksi masih akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

“(BOR) totalnya itu 72,3 persen. Kalau dirinci itu terdiri dari isolasi biasa mencakup 71 persen, sedangkan BOR untuk ICU-nya 79 persen. Sudah lampu kuning,” katanya, Selasa (15/6/2021).

Yana mengatakan, keterisian ruang ICU mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Diketahui, pada Minggu (13/6/2021) keterisian ruang intensif untuk pasien Covid-19 mencapai 91 persen. Namun, penurunan keterisian ruang ICU ini disebabkan adanya sejumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

“Beberapa ada yang meningggal, sebelum kemudian diisi oleh yang lain sedikit turun. Balik lagi, ini belum menunjukan tren yang menurun di kita, Jabar ataupun Bandung Raya masih harus waspada,” ungkapnya.

Peningkatan kasus Covid-19 di RSHS juga teramati dari naiknya kunjungan pasien Intalasi Gawat Darurat (IGD). Sebelum lebaran, kata Yana, kunjungan rata-rata per hari hanya 10 pasien. Jumlah itu disebut terus meningkat, dalam dua hari terakhir, misalnya, rata-rata kunjungan mencapai sekitar 30 pasien.

“Sekarang trennya itu sudah berkisar di 30-an. Apakah ini trennya akan menurun? tampaknya belum, saya belum yakin bahwa ini adalah puncaknya,” katanya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di IKEA Kotabaru Parahyangan Nambah 7 Orang

Atas kondisi tersebut, RSHS kini tengah mempersiapkan penambahan tempat tidur untuk pasien Covid-19. Sehubungan dengan itu, kebutuhan akan tenaga kesehatan (nakes) pun dipastikan meningkat. Maka, RSHS akan meminta tambahan nakes kepada Pemprov Jabar hingga pemerintah pusat, serta perekrutan secara internal.

“Kami mengusulkan ke pemerintah daerah, semoga mendapat bantuan nakes dari Pemprov Jabar. Kami juga mengusulkan ke pusat (Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan) dan peerkrutan secara internal,” katanya.

“Problem yang paling penting dalam penyediaan ini adalah bukan sarana dan prasarana tapi tenaga kesehatannya. Jadi ini yang sedang kami persiapkan prerkrtutan dari tenaga-tenaga relawan nakes,” jelasnya.

Baca Juga: BOR Rumah Sakit Hampir Penuh, Bandung Raya Siaga 1 ‘Perang’ Lawan Covid-19

Yana mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Jabar, khususnya Bandung Raya harus terus diwaspadai. Khusus untuk masyarakat, Yana mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diterapkan dengan disiplin. Hal itu sebagai upaya untuk mencegah diri sendiri atau keluarga dari kemungkinan terpapar Covid-19.

“Protokol kesehatan sudah harus tetap menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari, kita harus tetap waspada,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds