BOR Rumah Sakit Hampir Penuh, Bandung Raya Siaga 1 ‘Perang’ Lawan Covid-19

ILUSTRASI: Petugas kesehatan menyuntik vaksin Covid-19 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cimahi di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, kemarin. (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Petugas kesehatan menyuntik vaksin Covid-19 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cimahi di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, kemarin. (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Sekolah Tatap Muka Minta Ditunda

Adapun rencana sekolah tatap muka agar ditunda. Ini sudah sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri.


“Seluruh Bandung Raya diinstruksikan untuk WFH 75 persen sisanya 25 persen hadir secara fisik, sekolah tatap muka juga ditunda dulu, ini sesuai instruksi dari Mendagri,” ujarnya.

Selain itu, karena berstatus siaga 1 Emil mengimbau tidak ada wisatawan yang berkunjung ke Bandung Raya sampai situasi terkendali.

“Kami imbau agar tidak ada wisatawan yang datang ke Bandung Raya selama tujuh hari ke depan sampai pengumuman selanjutnya,” ucapnya.

Terlebih lagi pariwisata di KBB dan Kabupaten Bandung yang memang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari Jabodetabek. Semua destinasi wisata di dua daerah tersebut pun akan ditutup sementara.

“Wisatawan yang mayoritas dari Jabodetabek kami minta untuk tidak datang selama 7 hari ke depan ke Bandung Raya, khususnya pariwisata yang memang selalu ramai ada di KBB dan Kabupaten Bandung. Kami imbau destinasi wisata untuk ditutup sementara,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat untuk memahami kondisi siaga 1 Covid-19 karena pihaknya kini sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi. Hal ini berdasar lonjakan kasus baru Covid-19 yang terbukti akibat mudik libur panjang idul fitri 1442 H dan kurang disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Loading...

loading...

Feeds