CORE Minta Pemerintah Hati-hati Terapkan PPN Sembako, Efeknya Bisa Begini

AKTIVITAS: Suasana aktivitas pedagang di Pasar Sederhana, Sukajadi, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

AKTIVITAS: Suasana aktivitas pedagang di Pasar Sederhana, Sukajadi, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia meminta agar pemerintah dapat berhati-hati dalam membuat kebijakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sembako. Sebab hal itu akan menumbuhkan efek domino sehingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat terganggu.


Direktur Riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, sekecil apapun besaran pengenaan PPN pada bahan pokok makanan pasti akan tetap berdampak. “Sekecil itu tetap akan berdampak. Pertama berdampak kepada daya beli,” ujarnya dalam diskusi secara virtual, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Simak, Berikut 13 Item Sembako yang Bakal Terkena Pajak

Kemudian, bukan hanya berdampak pada daya beli, pengenaan PPN juga akan berdampak secara psikologis, hingga membawa pengaruh pada ekspektasi inflasi. “Kemudian first effect, round effect, yang kemudian akan berujung kepada meningkatnya inflasi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Pelemahan daya beli masyarakat, kata dia, akan menurunkan angka konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Sektor Pendidikan Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Melanggar UUD 1945

“Kalau konsumsi kita menurun maka itu akan berdampak kepada investasi, berdampak kepada pertumbuhan ekonomi kita secara keseluruhan. Hal-hal yang seperti ini tentunya tidak kita inginkan,” jelasnya.

Piter menambahkan, isu perubahan PPN pada harga sembako ini sangat sensitif. Sehingga harus dipersiapkan secara matang serta argumentasi dan perhitungannya pun jelas.

“Seharusnya pemerintah sudah menyadari sejak awal isu ini sensitif, isu PPN sembako, PPN pendidikan, itu sensitif sekali,” pungkasnya.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds