11 Gerai Mcd di Kota Bandung Didenda Rp500 Ribu

ANTRE: Sejumlah ojeg online (ojol) antre di salah satu gerai McD di Kota Bandung. (dok)

ANTRE: Sejumlah ojeg online (ojol) antre di salah satu gerai McD di Kota Bandung. (dok)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – 11 gerai Mcdonald’s (McD) di Kota Bandung disanksi denda. Masing-masing harus membayar sebesar Rp500 ribu.


Sanksi kepada gerai-gerai tersebut lantaran sudah melanggar protokol kesehatan (prokes) yaitu membiarkan terjadinya kerumunan antrean konsumen yang ingin membeli menu BTS Meal, pada Rabu (9/6/2021).

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Bandung nomor 37 tahun 2021 tentang perubahan aturan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Total ada 11 gerai yang diberikan sanksi denda sebesar Rp500 ribu dan penyegelan,” ucap Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi saat dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Sanksi Prokes Tembus Rp50 Juta

Ia menegaskan, 11 gerai yang melanggar prokes tersebar di 10 kecamatan di Kota bandung.

“Semuanya didenda, yang disegel itu yang dijadikan sampel karena sama satu managemen,” katanya.

Ia mengatakan pada Rabu (9/6/2021) petugas menerima laporan dari masyarakat tentang adanya kerumunan di sejumlah gerai McDonald’s di Kota Bandung.

Baca JugaAntrean BTS Meal Tak Terkendali, Gerai McD di Bandung Disegel Satpol-PP

Pihaknya langsung bergerak dan melakukan pembubaran dan penyegelan serta penutupan gerai dari pukul 12.00 Wib hingga 15.00 Wib.

“Yang disegel (gerai) di Buahbatu, Cibiru dan Kopo Mas,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga melakukan pembubaran kerumunan di gerai McDonalds yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jalan Buahbatu, Jalan Gedebage, Simpang Dago, BIP, BEC, King Mall dan di Setiabudi.

Satu gerai lainnya di Istana Plaza dilakukan penutupan sementara. Ia menegaskan penyegelan dan penutupan gerai akan berlangsung selama 14 hari.

(dbs)

Loading...

loading...

Feeds

PPDB Kolektif Diklaim Mampu Kurangi Angka Putus Sekolah

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …