Wilayah Kumuh di Cimahi Berkurang, Tersisa 12,6 Hektare

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Wilayah kumuh di kota Cimahi lambat laun semakin berkurang dalam tiga tahun terakhir. Hal itu dikarenakan penataan wilayah kumuh yang dilakukan secara masif oleh Pemerintah Kota Cimahi.


Namun, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana menyebutkan, tahun 2020 wilayah kumuh di Kota Cimahi mengalami penurunan drastis hingga tersisa seluas 12,6 hektare.

“Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota, tahun 2015 wilayah kumuh di Kota Cimahi mencapai 176,77 hektare yang tersebar di tiga kecamatan sedangkan tahun 2020 itu tersisa 12,6 hektare lagi. Dominan itu di tengah dan selatan,” ujar Nur di Cimahi, Selasa (8/6).

Menurutnya, kawasan kumuh di Kota Cimahi itu merupakan hasil perhitungan menggunakan regulasi lama. Namun saat ini, sudah ada regulasi baru mengenai penghitungan kawasan kumuh.

“Ada perubahan regulasi yang mengubah juga parameter dan indikator. Kami sedang mengkaji sejauh mana perubahannya apakah mengecil, atau membesar kawasan kumuhnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor sebuah kawasan disebut kumuh. Di antaranya bangunan yang tidak teratur, pengelolaan sampah yang buruk, tidak ada pengelolaan air bersih dan air limbah buruk, jalan lingkungan/setapak buruk, penanganan kebakaran hingga tidak tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Indikatornya itu kondisi rumah, akses jalan, akses air limbah, akses air minum, akses kebakaran, akses drainase. Itu semua menjadi tolak ukur lokasi apakah kumuh atau tidak,” ungkapnya.

Dikatakannya, setiap tahun Pemkot Cimahi melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hingga bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi selalu berupaya untuk mengentaskan kawasan kumuh di Kota Cimahi.

“Seperti akses limbah kita benahi dengan IPAL komunal. Kemudian sisi drainase kita coba benahi, ada juga program Rutilahu,” ucapnya.

Baca Juga: Pemkot Cimahi Akan buat SPAM Baru

Kepala Seksi Penataan Pengendalian Perumahan dan Pemukiman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Beny Gunadi menambahkan, pengentasan kawasan kumuh bukan masalah perbaikan secara fisik saja, tapi harus ditunjang dengan perilaku sehat masyarakat Kota Cimahi.

Sebab menurutnya, sebaik apapun penanganan, tapi jika pola pikir masyarakatnya enggan menjaga maka kawasan kumuh akan sulit dientaskan.

Baca Juga: 30 Persen UMKM di Cimahi Gulung Tikar Dihantam Covid-19

“Jadi memang ini jadi tantangan buat kita, setelah bertahun-tahun kita mengerjakan, tapi kalau mindset-nya, masih buang sampah di mana aja padahal sudah disediakan tempat sampah kan percuma,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat agar sama-sama mengentaskan kawasan kumuh. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat dan memelihara insfratuktur yang sudah dibangun.

(bie/b)

Loading...

loading...

Feeds

PPDB Kolektif Diklaim Mampu Kurangi Angka Putus Sekolah

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …