Vaksinasi Covid-19 Dinilai Lambat, Bupati Bandung Bilang Begini

VAKSINASI: Warga sedang menjalani program vaksinasi Covid-19. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/ RADAR BANDUNG)

VAKSINASI: Warga sedang menjalani program vaksinasi Covid-19. (FOTO: FIKRIYA ZULFAH/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna meminta program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bandung dipercepat. Hal itu menyusul melonjakan kasus signifikan selama periode 31 Mei sampai 6 Juni 2021.


Pria yang akrab disapa Kang DS, menyebut kegiatan Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Bandung lambat.

“Besok evaluasi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, pertama saya meminta vaksin. Karena vaksin ini memang lambat, kemarin kita seharusnya ada 2,4 juta, tapi baru berapa ribu gitu kan,” ujar Kang DS saat wawancara di Soreang, Rabu (9/6/2021).

Menurut Kang DS, jika vaksin bisa segera masuk, maka hal tersebut bisa menurunkan angka penyebaran Covid-19 dan diharapkan di Kabupaten Bandung bisa hilang.

“Kita akan monev bersama kepala desa se-Kabupaten Bandung, hasilnya seperti apa, lihat besok,” jelasnya.

Baca Juga: Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Terbatas di Kota Bandung Tergantung Perkembangan Covid-19

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Maulana Fahmi mengatakan, kelonggaran penerapan protokol kesehatan ini juga diduga dipicu kurangnya intervensi Pemerintah Kabupaten Bandung.

Bahkan pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Bandung mengkaji kemungkinan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) proporsional untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Antisipasi Over Kapasitas, RSUD Soreang Akan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Fahmi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan ini. Selain itu, kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bandung juga harus lebih ditingkatkan, terutama dalam memantau aktivitas masyarakat.

“Supaya masyarakat tidak kendor menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitasnya. Jadi perlu kembali diingatkan,” pungkas Fahmi.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

PPDB Kolektif Diklaim Mampu Kurangi Angka Putus Sekolah

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …