Kapasitas Peserta Sekolah Tatap Muka Terbatas di Kota Bandung Jadi 25 Persen

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna tinjau uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ke SDN 196 Sukarasa. (IST)

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna tinjau uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ke SDN 196 Sukarasa. (IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Batas maksimal peserta uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Bandung diturunkan menjadi 25 persen dari kapasitas ruangan. Sebelumnya peserta yang diikutsertakan paling banyak tak lebih dari 30 persen.


Saat ini Kota Bandung masih melaksanakan uji coba. Sedangkan PTMT baru akan dilaksanakan pada Juli mendatang.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan, keputusan pengurangan kapasitas tersebut guna menyesuaikan dengan arahan dari pemerintah pusat.

“Karena ada informasi terbaru dari Presiden dan dipertegas Menteri Kesehatan dan Menko PMK, menyatakan apabila di daerah tersebut sesuai tingkat pandemi yang ada akan dilaksanakan PTMT ini maka maksimal penyelenggaraan dibatasi hanya 25 persen,” kata Ema saat meninjau uji coba PTMT ke SDN 196 Sukarasa, kemarin.

“Kalau kemarin bersimulasi 30 persen maka akan kita turunkan lagi,” imbuhnya.

Kendati masih uji coba, namun Ema meminta agar seluruh sekolah menyesuaikan dengan arahan tersebut.

“Karena kita ingin sejalan dan konsisten dengan apa yang digariskan dalam bentuk kebijakan di republik ini,” tuturnya.

Ia juga meminta satuan pendidikan lebih cermat mengatur pola penjadwalan peserta didik yang diikutsertakan dalam PTMT. Apalagi dalam dua hari terakhir ternyata respon orang tua yang mengizinkan anaknya untuk ikut PTMT cukup besar.

“Ada juga aturan dari Bapak Presiden bahwa satu anak mendapat pelayanan PTMT hanya dua kali dalam satu minggu. Jadi selang seling hari ini masuk secara luring besok secara daring. Saya pikir kebijakan Bapak Presiden ini sangat rasional dan implemented,” terangnya.

Baca Juga: Soal Sekolah Tatap Muka, Disdik Kota Bandung Utamakan Keselamatan Anak

Ema menegaskan, hal terpenting adalah, sekolah terus memberikan pelayanan optimal kepada peserta didik baik saat PTMT ataupun secara daring. Kemudian tetap menjalin koordinasi dengan semua pihak dalam rangka kelancaran PTMT. Utamanya bersama para orang tua siswa.

“Mau luring atau daring pelayanan harus sama. Tidak boleh ada yang diskriminatif. Mereka harus diperlakukan sama dan tidak ada unsur paksaan. Lalu dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan dan perhitungan,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds