Ibadah Haji 2021 Batal, Pedagang oleh-oleh di Pasar Baru Trade Center Merugi

PEDAGANG: Pedagang oleh-oleh khas haji di Pasar Baru Trade Center Bandung.
(FOTO: MURWANI ROKHAYATI)

PEDAGANG: Pedagang oleh-oleh khas haji di Pasar Baru Trade Center Bandung. (FOTO: MURWANI ROKHAYATI)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pedagang oleh-oleh haji di Pasar Baru Trade Center mengalami kerugian hingga 90 persen lebih. Hal itu merupakan imbas dari pembatalan pemberangkatan haji Indonesia.


“Para pedagang mengalami kerugian besar karena pemberangkatan haji di Indonesia dibatalkan sejak tahun lalu,” ujar Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Iwan mengatakan, di Pasar Baru ada sekitar 200 pedagang oleh-oleh haji. Semuanya mengalami nasib yang sama selama pandemi Covid-19.
Selain pedagang oleh-oleh haji, yang juga mengalami penurunan omset adalah pedagang baju seragam sekolah.

“Sejak anak-anak belajar secara online, otomatis orang tua tidak membeli seragam untuk sekolah,” tuturnya.

Karenanya, Iwan berharap baik pengelola maupun pedagang membuat terobosan dan inovasi agar banyak pengunjung yang datang.

“Sejak pandemi ini, banyak negara yang menerapkan lockdown, seperti di Malaisya. Sehingga pengunjung dari Malaysia banyak berkurang. Padahal di hari-hari normal, pengunjung dari Malaysia bisa mencapai 500 orang sampai 1.000 orang per hari,” paparnya.

Mengenai penjualan secara daring, Iwan mengatakan, hal itu tidak terlalu mendongkrak. Pasalnya, Pasar Baru merupakan wisata belanja. Orang-orang tertarik untuk datang dan berkeliling, bukan hanya karena membutuhkan barangnya saja.

“Kalau penjualan daring kurang terlalu mendongkrak pendapatan pedagang,” imbuhnya

Baca Juga: Lewat Progam Pelatihan, UKM Kabupaten Bandung Diharapkan Bisa Go Ekspor

Ditemui terpisah, salah seorang pedagang oleh-oleh haji, Gunawan mengatakan, sejak tahun lalu dirinya mengalami kerugian hingga lebih dari 90 persen.

“Saya hanya menjual barang-barang yang biasa dibeli para jamaah haji dan umroh. Sehingga, jika tidak ada keberangkatan haji dan umroh, tidak ada yang berbelanja oleh-oleh,” paparnya.

Untuk itu, Gunawan mengatakan, khusus komoditi makanan, dirinya tidak menyediakan stok banyak, karena khawatir kadaluarsa.

“Kurma dan makanan yang kadaluarsa sudah kami diganti dengan yang baru. Sekarang kami tidak stok makanan banyak,” tuturnya.

Baca Juga: 30 Persen UMKM di Cimahi Gulung Tikar Dihantam Covid-19

Pedagang lainnya,  Yusa mengatakan, dirinya juga mengalami kerugian hingga 80 persen.

“Untuk omset, sekarang kami kehilangan hampir Rp100 juta perbulan,” tambahnya.

Untuk itu, Yusa berharap pandemi segera selesai dan ada kebijakan dari pemerintah yang bisa membuat para pedagang tidak terlalu merugi.

“Ya mudah-mudahan, ada kebijakan dari pemerintah yang bisa membantu kami keluar dari masalah ini,” harapnya.

(Mur)

Loading...

loading...

Feeds

24 Preman Tanjung Priok Digaruk Polisi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Jajaran Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Utara menangkap 24 preman yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) di …