Kejari Akan Lelang 5 Aset Kasus Kredit Fiktif Perkara Korupsi Andy Winarto

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kejari (Kejaksaan Negeri) Kota Bandung akan melelang barang rampasan negara dalam perkara korupsi Andy Winarto, pelaku tindak pidana korupsi kredit fiktif BJB Syariah pada periode 2014-2015.


Kepala Kantor Kejari Bandung, Iwa Suwia Prabiwa menyampaikan, lelang akan digelar pada 8 Juli 2021. Ada sejumlah aset-aset yang akan dilelang dari mulai tanah beserta bangunannya hingga mobil mewah.
“Kejaksaan Negeri Kota Bandung akan melakukan Lelang Barang Rampasan Negara dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kepala Negara dan Lelang (KPNL) Bandung dalam perkara Tindak Pidana Korupsi a.n. Andi Winarto,” ungkap Iwa melalui keterangan tertulisnya, Senin (7/6/2021).
Secara lengkap, ada lima aset yang tercakup dalam lelang yang diselenggarakan dengan metode close bidding tersebut. Pertama, ada tanah kosong seluas 7.000 m2 di Jalan Bukit Pakar Timur, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dengan nilai limit Rp21.036.273.000 dan uang jaminan Rp5.260.000.000.
Yang kedua, ada tanah beserta bangunan di Jalan Malabar no.31 Kelurajan Samoja, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung seluas 3.740 m2. Aset dilelang dengan nilai limit Rp47.283.849.000 dan uang jaminan sebesar Rp11.821.000.000.
Kemudian, aset yang ketiga berupa lima bidang tanah yang dilelang dengan sistem paket. Lima bidang tanah itu berlokasi di Jalan Wastukencana no.69, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung dengan luas keseluruhan 1.522 m2. Nilai limit aset Rp32.212.839.000 dan uang jaminannya senilai Rp8.055.000.000.
Lalu, aset keempat merupakan dua bidang tanah dan bangunan di Jalan Inggit Garnasih no.110, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung dengan luas 1.493 m2. Nilai limit aset Rp32.846.071.000 dan uang jaminannya sebesar Rp8.212.000.000.
Aset kelima adalah kendaraan R4 merk Bentley Continental 6.000 cc tahun 2005. Mobil itu dilelang dengan nilai limit Rp1.150.838.000 dan uang jaminan sebesar Rp288.000.000.
“Peserta lelang wajib menyetor uang jaminan lelang yang jumlahnya harus sama dengan nilai yang telah ditentukan dan harus sudah efektif diterima oleh KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Bandung selambat-lambatnya 7 Juli 2021,” ungkap Iwa.
Uang jaminan lelang harus disetorkan kepada ke nomor Virtual Account (VA) masing-masing peserta. Sementara itu, untuk validasinya akan dilakukan oleh pihak KPKNL.
Diketahui sebelumnya, saat itu Bank BJB Syariah mencairkan kredit fiktif untuk pembangunan di Garut kepada PT Hastuka Sarana Karya dan CV Manunggal Abadi dengan nilai Rp548 miliar. Andy Winarto merupakan debitur PT Hastuka Sarana Karya.
Pengadilan Negeri (PN) Bandung memutuskan Andy terbukti tindak pidana korupsi pada 12 Juli 2019 lalu. PN Bandung menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan.
(muh)

Loading...

loading...

Feeds