Aktivitas Blasting Terowongan KCIC Diprotes, Warga Tuntut Ini  

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Warga Kompleks Tipar Silih Asih RW 10, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) protes terhadap aktivitas blasting terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di tunnel 11.
Tiga hari berturut-turut warga mencoba menemui sub kontraktor PT KCIC untuk proyek tersebut yang dilaksanakan oleh PT CREC. Namun tak satu pun pimpinan dari PT CREC menemui warga.  Terakhir, warga mencoba mendatangi area tunnel 11 pada Jumat 4 Juni 2021. Tapi tetap tak membuahkan hasil.
“Nihil lagi, belum ketemu. Alasannya gak jelas. Intinya menghindar, gak ada niat baik,” ujar Ketua RT 04/13 Kompleks Tipar Silih Asih, Heru Agam.
Ia menambahkan, pihaknya hanya ingin menyampaikan keberatan aktivitas peledakan tersebut lantaran menganggu dan merusak rumah warga. Selain itu, warga pun merasa terancam.
“Tadi malam pukul 02.00  WIB ada ledakan. Barusan pukul 08.00 WIB ada empat kali ledakan,” terang Heru.
Protes warga bakal terus dilakukan sampai PT KCIC menggubris keinginan untuk menghentikan aktivitas peledakan tersebut. Warga juga berharap kepala daerah mulai dari Bupati hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bisa melihat kondisi warga.
“Kita rencananya bertemu Gubernur Jabar. Awalnya mau 10 orang yang hadir menemui Ridwan Kamil, tapi dibatasi cuma dua orang. Ini lagi kami perjuangkan ingin semua hadir biar permasalahan tuntas dan jelas,” imbuhnya.
Terpisah, Direktur TOD PT KCIC, Chandra Dwi Putra memastikan peledakan tunnel 11 telah dilakukan sesuai standar. Pihaknya, telah menggandeng LAPI ITB sebagai konsultan.
“Kita kerja gak boleh sembarang. Kita punya konsultan dari LAPI ITB dia yang menghitung berapa kilo batas ledakannya. Kemudian setiap kali peledakan selesai, LAPI selalu mengecek ke lokasi untuk melihat efeknya. Jadi kalau dibilang kita kerja ngawur, buktinya kita melibatkan LAPI ITB,” paparnya.
Terkait permintaan warga untuk bertemu, Chandra menyebut pihaknya telah bertemu pada awal-awal pembangun dimulai. Namun untuk saat ini rencana bertemu warga terdampak belum ada.
“Kontraktor dari awal-awal kan sudah pernah bertemu, bicara dan beri bantuan untuk warga. Kalau memuaskan semua orang kan tidak mungkin,” pungkasnya.
(kro)


Loading...

loading...

Feeds

PPDB Kolektif Diklaim Mampu Kurangi Angka Putus Sekolah

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …