Polri Keluarkan Izin untuk Liga 1 dan 2 2021

Ilustrasi pertandingan: Bek Persib Bandung Supardi menendang bola untuk mengamnkan sisi pertahanan dari serangan Arema FC pada pekan kedua Liga 1 2020 di stadaion Kanjuruhan, Malang, Minggu (8/3/2020).

Ilustrasi pertandingan: Bek Persib Bandung Supardi menendang bola untuk mengamnkan sisi pertahanan dari serangan Arema FC pada pekan kedua Liga 1 2020 di stadaion Kanjuruhan, Malang, Minggu (8/3/2020).

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi mengeluarkan izin kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021/2022. Rencananya gelaran tersebut akan dimulai pada Juli mendatang.


Kendati demikian, Polri tetap memberikan catatan khusus untuk gelaran ini.

“Dari beberapa diskusi kami memutuskan dengan beberapa catatan,” kata Sigit Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5).

Syarat yang ditetapkan saat Polri mengeluarkan izin pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan 2 yakni penyelenggara dan peserta kompetisi wajib menerapkan protokol kesehatan, mengingat masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

“Keselamatan manusia adalah hukum tertinggi yang harus senantiasa kita tegakkan. Karena itu dari hasil diskusi kami memutuskan memberikan izin keramaian dengan catatan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” imbuhnya.

Mantan Kabareskrim Polri itu menyampaikan, Korps Bhayangkara akan melakukan evaluasi selama kompetisi berlangsung.

Polri tak segan mencabut izin keramaian dalam kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 apabila menemukan banyak pelanggaran atas ketentuan.

“Kegiatan akan kami evaluasi sehingga pelanggaran protokol kesehatan berpengaruh terhadap proses pelaksanaan liga,” tandasnya.

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno, mengatakan pada Liga 1 musim 2021-2022 tidak akan ada tim yang bermain di stadion kandangnya (home base) masing-masing.

Menurut Sudjarno, aturan tersebut diterapkan demi memberikan keadilan bagi semua tim peserta.

“Liga 1 musim terbaru tidak menerapkan skema home and away (kandang dan tandang). Jadi, tidak ada tim yang bermain di home base,” kata Sudjarno, Senin (31/5).

Liga 1 Indonesia 2021-2022 akan digelar terpusat di Pulau Jawa. Namun, dengan adanya kebijakan tim tak dapat berlaga di stadion kandang, maka klub seperti Persija tidak akan bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Lalu Persebaya tidak bertanding di Surabaya dan seterusnya.

“Di Liga 1, setiap tim akan bertemu dua kali tetapi tidak ada laga yang berlangsung di home base tim yang bertanding,” tutur Sudjarno.

Liga 1 Indonesia musim 2021-2022 rencananya digelar mulai 10 Juli 2021 sampai Maret 2022. Kompetisi itu akan berlangsung dengan format liga penuh, tetapi dengan sistem seri.

Ada enam seri yang sudah disepakati dalam Kongres Biasa PSSI 2021 pada Sabtu (29/5), dan akan dilaksanakan di 3 klaster daerah di Pulau Jawa.

Klaster pertama meliputi Jawa Barat, Banten , dan DKI Jakarta. Klaster kedua yaitu Jawa Tengah dan DI Jogjakarta, lalu klaster ketiga Jawa Timur.

Nantinya, seri satu akan berlangsung di klaster pertama, seri dua di klaster kedua, dan seri ketiga di klaster ketiga.

Kemudian dilanjutkan dengan seri keempat yang akan tetap digelar di klaster ketiga, lalu seri kelima di klaster kedua dan seri keenam atau terakhir kembali lagi ke klaster pertama.

PT LIB menyatakan ada 22 stadion yang dipersiapkan untuk menggelar pertandingan.

“Untuk klaster satu ada 8 stadion, klaster 2 ada 6 stadion, dan di klaster 3 ada 8 stadion,” ungkap Sudjarno.

Lebih lanjut, Sudjarno juga berencana melakukan inspeksi ke stadion-stadion tersebut untuk memastikan sesuai dengan standar Liga 1.

Meski demikian, PT LIB akan membicarakan lebih jauh teknis soal stadion dan lainnya dengan klub-klub Liga 1. Pertemuan awal dijadwalkan berlangsung pada Kamis (3/6) secara virtual.

“Di sana kami akan menjabarkan kembali soal hasil kongres PSSI. Kemudian akan membicarakan soal jadwal manager meeting,” pungkas Sudjarno.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

24 Preman Tanjung Priok Digaruk Polisi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Jajaran Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Utara menangkap 24 preman yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) di …