Johnson & Johnson Indonesia dan PJI Ajak 200 Remaja Perempuan Jadi Duta Kebersihan Menstruasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sensus Penduduk 2020 menunjukkan 11,5 juta kaum perempuan Indonesia berada di kelompok usia 10-14 tahun. Dalam masa itu mayoritas mengalami menstruasi pertama (menarke). Namun hanya 63 persen yang memahami apa yang terjadi dan hanya 55 persen yang merasa siap.


Selain itu, kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat saat menstruasi juga masih relatif rendah. Tercatat, ada sau dari dua remaja perempuan yang tidak mengganti pembalut setiap 4-8 jam, serta tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menggantinya.

Merespon kondisi tersebut dan turut merayakan Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia (World’s Menstrual Hygiene Day) yang diperingati pada 28 Mei, PT Johnson & Johnson Indonesia (Johnson & Johnson Indonesia) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) memberikan edukasi manajemen kebersihan menstruasi kepada 200 remaja perempuan, 10 orang tua dan 20 guru dari Jakarta dan Bandung melalui bincang inspiratif bertajuk “WiSTEM2D Talk: Let’s Start the Conversation About Menstruation!” yang digelar secara daring (virtual).

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu remaja perempuan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi sejak dini sehingga mampu mempraktikan pola hidup sehat dan bersih saat mengalami menstruasi.

Dedikasi untuk mendukung kesehatan perempuan telah dimulai sejak Johnson & Johnson berdiri pada 1886. Kala itu, kebanyakan dari karyawannya adalah wanita yang membuat Johnson & Johnson sadar untuk memenuhi kebutuhan serta mengedukasi para wanita.

Beberapa tahun yang lalu, norma sosial masih menganggap menstruasi sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan. Komitmen ini kemudian menjadi tradisi bagi Johnson & Johnson secara global untuk terus meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan kaum perempuanselama lebih dari 130 tahun.

Devy Yheanne, Country Leader of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia mengungkapkan, bersamaan dengan berbagai inovasi perawatan kesehatan, tradisi ini juga hadir dalam wujud inisiatif pendidikan WiSTEM2D (Women in Science, Technology, Engineering, Math, Manufacturing, and Design) yang memberdayakan perempuan muda lewat edukasi di enam bidang tersebut.

“WiSTEM2D Talk hari ini dihadirkan untuk menyediakan wawasan berbasis sains yang dapat menjawab berbagai keraguan remaja perempuan seputar manajemen kebersihan menstruasi. Berbekal pengalaman ini, kami mendorong kedua ratus remaja perempuan untuk menjadi duta kebersihan menstruasi dengan membagikan pengetahuan yang telah diperoleh kepada kaum perempuan lainnya di lingkungan terdekat mereka. Hal ini selaras dengan keyakinan kami bahwa kaum perempuan dapat menjadi katalisator untuk mewujudkan individu, komunitas, dan dunia yang lebih sehat,” paparnya.

Menstruasi tampaknya juga belum menjadi isu yang lumrah dibicarakan oleh masyarakat Indonesia. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 mengindikasikan 1 dari 5 remaja perempuan tidak pernah berdiskusi seputar menstruasi dengan orang dewasa sebelum mengalami menarke. Selain itu, 41 persen remaja perempuan memilih untuk merahasiakan bila sedang menstruasi guna menghindari rasa malu dan takut terhadap orang lain di sekolah, terutama remaja laki-laki.

“Pengetahuan yang kurang memadai mengenai menstruasi telah membatasi partisipasi dan prestasi remaja perempuan di sekolah. Oleh karena itu, edukasi manajemen kebersihan menstruasi ini perlu digalakkan guna memberikan kepercayaan diri bagi mereka untuk mendobrak batasan yang ada serta memiliki peluang tanpa batas dalam mencapai potensi diri yang terbaik,” ujar Dewan Nasional Prestasi Junior Indonesia, Natalia Soebagjo.

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …