30 Persen UMKM di Cimahi Gulung Tikar Dihantam Covid-19

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Cimahi, kesulitan bertahan di tengah pandemi Covid-19.


Berdasarkan data Dinas Perdagangan UMKM Koperasi dan Perindustrian (Disgakoperind) Kota Cimahi, sekitar 30 persen dari total sekitar 44.000 pelaku UMKM gulung tikar sepanjang 2020.

Kepala Bidang UMKM dan Koperasi pada Disgakoperind Kota Cimahi, Rina Mulyani mengatakan, sebetulnya masih ada UMKM yang bertahan. Dari sekian banyak UMKM yang terdampak, hanya sekitar 30 persen yang tidak bisa melanjutkan kembali usahanya.

“Secara keseluruhan, semua pelaku UMKM di Kota Cimahi sangat terdampak dengan kedatangan virus corona. Khususnya pelaku usaha yang bergerak di sektor makanan, fashion, dan craft,” kata Rina.

Baca Juga: Puncak Lonjakan Kasus Covid-19 Pascalebaran Pertengahan Juni

Rina menambahkan, sejauh ini hanya UMKM yang sanggup bertahan kebanyakan, para pelaku UMKM yang terus berinovasi. Sementara bagi pelaku usaha yang minim inovasi, mereka terpaksa menutup produksi hingga pemasarannya.

“Meski begitu, ada juga yang alih produksi, kemudian memaksimalkan digitalisasi sehingga mereka bertahan,” sebut Rina.

Baca Juga: Dukung UMKM Lewat Pelatihan Kewirausahaan

Terkait upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cimahi, Rini megatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

“Misalnya, pelatihan usaha hingga penyediaan marketplace, sudah kami lakukan,” ujarnya.

(bie/b)

Loading...

loading...

Feeds