Diduga Nyandu Game Online, Bocah 12 Tahun Meninggal Dunia

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com – Beredar video dan foto di media sosial seorang siswa sekolah menengah pertama meninggal dunia, Selasa (25/5/2021). Diduga, korban meninggal dunia akibat kecanduan game online.


Kapolsek Kemranjen AKP Supardi membenarkan kabar meninggalnya siswa asal Kecamatan Kemranjen tersebut yang berisinial E, warga Desa Pageralang Gerumbul Posangit.

“Data bhabin, berdasarkan keterangan dari orang tuanya, E meninggal kena syaraf. E biasa main game online,” terang Kapolsek, Rabu (26/5/2021).

E yang masih berusia 12 tahun itu menghembuskan napas terakhirnya di rumahnya. Setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit.

“Dibawa ke rumah sakit, terus pulang lagi, meninggal di rumah. Lalu, dimakamkan di Sibalung,” kata Kapolsek.

Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas dr. Rudi Kristiyanto menerangkan, pasien berinisial E sempat menjalani perawatan di RSUD Banyumas pada 16-17 Mei minggu lalu. Pasien didiagnosis mengalami Gangguan Mental Organik (GMO) dan encephalitis.

“Pasien didiagnosis gangguan mental organik dan encephalitis berdasarkan rapat bersama antara dokter spesialis jiwa dengan dokter spesialis anak,” jelas dr. Rudi Kristiyanto.

Baca Juga: Sapri Pantun Meninggal Dunia setelah 4 Hari Tak Sadarkan Diri

Pasien diprogram CT scan dengan obat-obatan yang sudah dijalankan. Obat-obatan masuk sesuai dengan indikasi medisnya. Akan tetapi, pada kasus pasien E batal dilakukan CT scan. Sebab, ada penolakan CT scan.

“Meninggalnya di rumah karena menolak tindakan untuk penegakkan diagnosis,” imbuhnya.

Secara umum gangguan yang muncul akibat aktivitas berlebih dengan game memang ada dalam dunia medis. Gangguan game itu didefinisikan dalam revisi ke-11 dari Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11). Yakni sebagai pola perilaku bermain game yang ditandai dengan gangguan kontrol atas game.

Baca Juga: 5 Penyebab Anak Putus Sekolah Selama Pandemi, Ada Kecanduan Game Online

Gangguan tersebut menimbulkan konsekuensi negatif. Diantaranya pada pola perilaku, kerusakan signifikan dalam bidang fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan atau penting lainnya. Biasanya konsekuensi negatif akan terbukti setidaknya selama 12 bulan. Sedangkan diagnosis pada anak tersebut adalah gangguan mental organik dan encephalitis.

“Istilah medis gangguan mental organik itu gangguan mental yang disebabkan kelainan organik. Organiknya encephalitis itu. Encephalitis itu gangguan pada otak,” pungkasnya.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds