Upah Belum Dibayar, Buruh PT Masterindo Jaya Abadi Ngadu ke Dewan

AKSI: Puluhan eks-buruh PT Masterindo Jaya Abadi menggeruduk kantor DPRD Kota Bandung, Kamis (27/5). Mereka menyuarakan permasalahan terkait upah dan tunjangan hari raya (THR) mereka yang belum dibayarkan, juga ihwal persoalan pesangon. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

AKSI: Puluhan eks-buruh PT Masterindo Jaya Abadi menggeruduk kantor DPRD Kota Bandung, Kamis (27/5). Mereka menyuarakan permasalahan terkait upah dan tunjangan hari raya (THR) mereka yang belum dibayarkan, juga ihwal persoalan pesangon. (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gedung DPRD Kota Bandung digeruduk puluhan eks pekerja PT Masterindo Jaya Abadi, Kamis (27/5/2021). Massa berunjuk rasa terkait upah bulan April dan THR 2021 yang belum juga dibayarkan oleh pihak perusahaan.


Pantauan Radar Bandung, para buruh membawa beberapa poster dan menyampaikan orasi di atas mobil komando. Diketahui, Massa aksi tergabung dalam Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP-TSK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

“Tolong dengar pak Dewan, upah dan THR kami belum di bayar. Kami rakyat bapak. Tolong dengar suara,” ungkap seorang orator dari atas mobil komando, Kamis (27/5/2021).

Puluhan pekerja itu hanya sebagain dari total sekitar 1.142 buruh yang telah di-PHK sejak 29 April 2021. PHK tersebut dilakukan dengan alasan perusahaan terdampak pandemi Covid-19, lalu akan menutup operasionalnya.

PHK ini sempat menjadi masalah sebab besaran pesangon yang ditawarkan perusahaan ditolak oleh para pekerja. Pasalnya dianggap terlalu kecil serta tidak sesuai aturan. Perselisihan antara pekerja dan perusahaan berlanjut hingga ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), buruh kemudian dinyatakan menang gugutan.

Namun, saat ini pihak perusahaan tengah mengajukan banding. Kondisi inilah yang dijadikan alasan perusahaan untuk tidak memenuhi hak-hak normatif buruh penggugat, hingga gugatan yang diajukan memiliki kekuatan hukum tetap.

“Sekarang kami memohon keadilan kepada bapak-bapak dewan yang ada di dalam. Keadilan untuk kami, Pak,” orator menambahkan.

Perwakilan buruh kemudian diterima untuk beruadiensi dengan sejumlah anggota dewan. Seusai audiensi tersebut, Wakil Ketua Komisi D Bagian Kesejahteraan Rakyat, Iwan Hermawan mendatangi massa aksi.

Iwan berjanji akan segera memanggil pihak perusahaan Masterindo Jaya Abadi untuk membicarakan mengenai upah bulan April dan THR 2021 yang belum dibayarkan kepada para pekerja.

“Sesuai dengan tata tertib DPRD kami akan mengundang pengusaha, perusahaan (Masterindo) yang bapak-ibu meminta untuk menjalankan kewajibannya, untuk meminta keterangan dan meminta agar kewajiban yang sudah diatur agar mereka dilaksanakan sebagaimana seharusnya,” ungkap Iwan.

Mewakili Komisi D, Iwan menegaskan, rencana pemanggilan itu sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan para pekerja. Pada dasarnya, Iwan mengaku turut bersimpati atas persoalan tersebut.

“Kami bersimpati dengan yang bapak-ibu perjuangan. Karena memang setiap warga masyarakat punya kewajiban mentaati aturan dan undang-undang,” katanya.

Iwan tak menyebut pasti kapan pihak DPRD Kota Bandung akan memanggil pihak perusahaan. Iwan hanya menjanjikan hal itu akan dilakukan sesegera mungkin. Ia meminta, para pekerja memberikan waktu.

“Kepastian yang bisa kamu berikan adalah kepastian untuk bertemu dan berbicara dengan pihak perusahaan. Itu yang akan kami lakukan. Adapun, aturan-aturan sudah menetapkan apa yang harus mereka lakukan, kewajiban yang harus mereka tunaikan. Dan itu harus segera kita ambil langkahnya,” kata Iwan.

“Semoga tidak lama, semoga segera, agar perjuangan ibu bapak mendapatkan hasil,” ungkapnya.

Loading...

loading...

Feeds