Pengusaha Jangan Lalai Bayar Iuran Kepesertaan, Ini Kerugian yang Akan Dialami Pekerja

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci, Tidar Yanto Haroen

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci, Tidar Yanto Haroen

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci mengimbau pengusaha tidak lalai untuk membayar secara rutin iuran BPJAMSOSTEK pekerjanya. Pasalnya, jika iuran macet, maka dapat menghambat pekerja ketika mencairkan manfaat BPJAMSOSTEK, baik itu manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) ataupun Jaminan Pensiun (JP).


Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci, Tidar Yanto Haroen menerangkan, jaminan sosial merupakan hak pekerja yang harus dipenuhi pengusaha. Maka dari itu, pengusaha tak boleh mengurangi hak pegawai tersebut.

“‎Pekerjanya tidak boleh dikurangi haknya, perusahaan mesti bayar sesuai hitungan BPJAMSOSTEK serta membayar iuran secara rutin, jangan sampai macet,” kata Tidar di kantor BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci Jalan P.H Hasan Mustopa Bandung, Selasa (25/5/2021)

Kata Tidar, kerugian yang kerap dialami pekerja jika perusahaan tempat bekerja lalai membayar iuran BPJAMSOSTEK, salah satunya saat hendak mencairkan dana JHT, terjadi ketidaksesuaian masa iur dengan masa aktif bekerja di perusahaan.

“Mengapa hal ini terjadi? Ini akibat ketidakpatuhan pemberi kerja dalam membayarkan iuran kepesertaan BPJAMSOSTEK,” ujar Tidar.

Selain berdampak pada proses pencairan klaim JHT, tentunya ketidakpatuhan tersebut berdampak pula pada saldo JHT yang akan diterima oleh pekerja.

“Saldonya menjadi lebih kecil dari yang seharusnya diterima dan kami tidak dapat membayarkan sampai perusahaan melunasi tunggakan iuran,” sambungnya.

“Tentunya hal ini sangat merugikan bagi pekerja yang mengalaminya. Padahal, seperti yang diketahui jaminan sosial adalah hak setiap pekerja yang diatur dalam Undang-Undang, bukan hasil dari meminta-minta melainkan berdasarkan asas kemandirian dan harga diri sesuai filosofi jaminan hari tua itu sendiri,” paparnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Buruh Diisi dengan Pemberian Beasiswa pada Ahli Waris  

Selain itu, sambung Tidar, kerugian lainnya jika perusahaan lalai bayar iuran akan berdampak pada tersendatnya proses klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Apabila terjadi resiko pada peserta, tentunya hal ini sangat merugikan bagi tenaga kerja itu sendiri maupun ahli waris yang ditinggalkan. Bagaimana kami bisa membayarkan manfaat JKK dan JKM jika iurannya belum dibayarkan oleh perusahaan,” ungkap Tidar.

Baca Juga: Upah Belum Dibayar, Buruh PT Masterindo Jaya Abadi Ngadu ke Dewan

Tidar mengungkapkan, menanggapi permasalahan-permasalahan BPJAMSOSTEK Cabang Bandung Suci terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap perusahaan yang menunggak iuran.

“Selain petugas internal, kami juga menggandeng instansi terkait seperti Kejaksaan, Pengawas Ketenagakerjaan untuk melakukan penanganan terhadap perusahaan yang tidak patuh dalam pelaksanaan jaminan sosial khususnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” pungkasnya.

(*/arh)

Loading...

loading...

Feeds

24 Preman Tanjung Priok Digaruk Polisi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Jajaran Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Utara menangkap 24 preman yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) di …