Pemudik Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19 Jika Ingin Pulang ke Desa Ciburial

PERINGATAN: Sebuah sepanduk bertuliskan penolakan bagi pemudik yang tak memiliki surat bebas Covid-19 terpasang di Jalan Bukit Pakar Timur, Desa Ciburial, RT 01 RW 6, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (23/5). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

PERINGATAN: Sebuah sepanduk bertuliskan penolakan bagi pemudik yang tak memiliki surat bebas Covid-19 terpasang di Jalan Bukit Pakar Timur, Desa Ciburial, RT 01 RW 6, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (23/5). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Spanduk bertuliskan penolakan bagi pemudik yang tak memiliki surat bebas Covid-19 terpasang di wilayah perbatasan Kota Bandung-Kabupaten Bandung, tepatnya di Desa Ciburial, RT 01/RW 6, Kecamatan Cimenyan.


Spanduk tersebut terpasang di pinggir jalan, nempel di pagar tembok sebuah bangunan warga. Spanduk berwarna biru tersebut secara lengkap bertuliskan ‘Kami Warga Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Menolak Pemudik yang tidak ada surat bebas Covid-19. Pemudik wajib di-swab dan isolasi mandiri’.

Seorang warga setempat yang mengetahui pemasangan sepanduk tersebut, Ardi (38) mengatakan, spanduk itu menjadi peringatan untuk menjaga Desa Ciburial dari potensi penyebaran Covid-19 usai libur lebaran.

“Pemasangan sepanduk ini sebenarnya untuk menjaga warga yang keluar-masuk, salah satunya kan ada larangan untuk mudik,” katanya kepada Radar Bandung, Minggu (23/5/2021).

Ia berpendapat, warga di sini termasuk taat dan kompak menjaga agar tak terjadi penyebaran kasus Covid-19. Sebagian warga, penuturan Ardi, ada yang mudik. Namun, mereka sebagian terjaring dan saat putar balik mereka menurut.

“Sementara warga di sini itu tidak jauh-jauh yang mudik sekitar Bandung Raya. Kalaupun ada yang mudik juga mereka mematuhi apa yang pemerintah arahkan,” ungkapnya.

Ardi berharap, sesama warga bisa tetap taat dan terus kompak menerapkan prokes, mengingat pandemi belum berakhir sampai kini. Kalaupun mau keluar, Ardi sebagai sesama warga saling mengingatkan, agar seperlunya.

“Harapan ke depannya saya minta warga setempat tetap menjaga aturan pemerintah, menjaga aturan yang di desa ini supaya lebih aman. Lebih terkendali supaya tidak ada yang positif, tidak ada kasus,” katanya.

Karena pandemi belum selesai, Ardi mengaku tetap ada kekhawatiran akan kasus Covid-19. Akan tetapi, kekhwatiran itu menurutnya bisa diredam asal disiplin prokes.

“Kekhwatiran itu tetap ada cuman kit tetap saja harus menjaga prokes, kalau keluar masuk juga seperlunya saja. Jangan memaksakan diri, gak berlebihan dengan nongkrong-nongkrong. Kalau mau keluar pakai masker,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds

24 Preman Tanjung Priok Digaruk Polisi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Jajaran Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Utara menangkap 24 preman yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) di …