Kurir Tertangkap Bawa Sabu di Bandung, Diperintahkan Napi Lapas Cipinang

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah memperlihatkan barang bukti yang berhasil di sita, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (24/5).

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah memperlihatkan barang bukti yang berhasil di sita, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (24/5).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satres Narkoba Polrestabes Bandung mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan obat psikotropika, Senin (24/5).


Dalam 3 hari, yakni dari tanggal 21-23 Mei, polisi berhasil menangkap 6 orang tersangka.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menyampaikan, barang bukti terbanyak disita dari tangan salah satu tersangka ST.

Ia ditangkap saat akan mengambil kiriman sabu di daerah Pagarsih, Jumat (21/5). Dari tangannya didapati satu kilogram sabu-sabu.

“Satu kilogram (barang bukti), sudah kami bawa, dan dalam tahap pengembangan,” ungkap Ulung kepada wartawan, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (24/5).

Adapun, Ulung menyampaikan, ST menerima kiriman sabu dari kurir yang lain. Sebelum diedarkan di Kota Bandung, narkoba tersebut mulanya dikirim dari Jakarta melalui jasa pengiriman.

“Melalui jasa pengiriman. Dikirim dari Jakarta,” kata Ulung.

Ulung menyampaikan, bisnis narkoba ini diatur oleh yang diduga napi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta. Untuk itu, Polrestabes Bandung telah berkoordinasi dengan pihak LP Cipinang guna melakukan pengembangan kasus.

“Jadi kasus narkoba ini dikendalikan dari LP Cipinang,” ungkap Ulung. “Akan diedarkan di seluruh Kota Bandung,” imbuhnya.

Selain itu, barang bukti lainnya yang berhasil disita polisi dari kasus-kasus tersebut adalah 13 butir obat psikotropika dalam kemasan merk riklona dan ratusan butir obat keras tertentu dalam berbagai kemasan.

Adapun, atas perbuatannya para tersangka dijerat pasal 114 serta pasal 62 UURI Tahun’ 1997, dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun.

Ulung menegaskan, peran serta masyarakat sangat penting dalam pengungkapan kasus narkoba. Oleh karenanya, Ulung mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung untuk turut memberikan laporan jika mencurigai adanya penyalahgunaan narkoba di wilayahnya masing-masing.

“Peran serta dari masyarakat apabila ada informasi segera diinformasikan ke petugas di lapangan khususnya Satres Narkoba Polrestabes Bandung,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds