Muncul Ajaran Aneh di Cianjur, Pengikutnya Tak Wajib Salat dan Puasa

Sejumlah pengikut ajaran DJ (yang berambut merah) hadir saat dipanggil pemerintah Desa Bojong Karangtengah, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan MUI desa setempat, Jumat (21/5). Foto: Radar Cianjur

Sejumlah pengikut ajaran DJ (yang berambut merah) hadir saat dipanggil pemerintah Desa Bojong Karangtengah, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan MUI desa setempat, Jumat (21/5). Foto: Radar Cianjur

POJOKBANDUNG.com – DJ (50), yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang, warga Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah Cianjur menyebarkan ajaran aneh akhir-akhir ini.


Perilakunya yang menyebarkan ajaran aneh itu membuat pemerintah Desa Bojong bersama dengan MUI desa setempat serta Persatuan Asatid Karangtengah Cianjur melakukan pembinaan terhadapnya yang mengajarkan kegiatan agama yang aneh tersebut.

Kepala Desa Bojong, Cianjur Uyeng Handoko mengatakan, pihaknya telah mendapat keterangan ada beberapa warganya sudah ikut pengaruh ajaran aneh DJ.

“Setelah investigasi 3 hari, kami mendapat fakta DJ dan 9 warga terindikasi melakukan praktek aliran aneh,” kata Uyeng kepada Radar Cianjur (Radar Bandung Group).

Pada praktek ajaran DJ lakukan dan pengikutnya salah satunya tidak mewajibkan ibadah salat dan puasa sebagaimana ajaran Islam.

“Jadi pada prakteknya DJ dan pengikutnya berpendapat tidak perlu mengerjakan ibadah salat dan puasa, karena ibadah cukup dengan niat dalam hati saja,” ungkapnya.

Selain itu dalam praktek ajarannya itu, para pengikut wajib berambut merah dan dalam penampilan sehari-harinya hanya memakai celana saja.

“Semua rambutnya dicat merah dan mereka sering tidak berpakaian hanya memakai celana saja,” ungkapnya.

DJ dan pengikutnya turut berusaha menyebarkan ajarannya melalui aplikasi media sosial. “Hasil penelusuran media sosial mereka namanya aneh-aneh seperti raja Dajal dan iblis,” tuturnya.

Uyeng juga menjelaskan, awalnya ia mendapat informasi Senin (17/5/2021) dari warga yang melaporkan ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa.

“Warga melapor karena resah melihat beberapa warganya yang biasa rajin ke masjid saat puasa malah tidak berpuasa juga tak melakukan salat,” ucapnya.

Setelah melakukan musyawarah dengan para tokoh masyarakat serta tokoh agama, pihak desa akhirnya memanggil DJ dan pengikutnya.

“Kami akan lakukan pembinaan terhadap DJ dan pengikutnya, agar kembali memeluk agama Islam, karena aliran itu menurut pengakuannya telah ada dari satu tahun yang lalu namun sekarang baru ketahuan dengan memiliki pengikut,” jelasnya.

Usaha untuk melakukan musyawarah pun membuahkan hasil dengan mendatangkan DJ dan pengikutnya untuk membinanya oleh MUI dan pihak Pemdes Bojong bertempat Musala Desa Bojong, dengan mengucap dua kalimat syahadat.

“Sembilan warga deklarasi agar tak kembali ke ajaran sesat dengan menandatangani perjanjian hitam di atas putih serta mengucap dua kalimat syahadat,” ucapnya.

Ia bersyukur warganya mau mengikuti arahan dari MUI dan Pemdes Bojong, Karangtengah.

Menurutnya, dari keterangan DJ, aliran yang ia sebarkan merupakan Sunda Wiwitan yang ia pelajari dari R warga Kecamatan Sukaluyu.

“Mengakunya mendapat ilmu aliran tersebut dari seorang berinisial R yang dimintai bantuan untuk klarifikasi ajaran tersebut dan turut hadir pada musyawarah tadi (kemarin),” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Karangtengah Kompol H Toha Ma’aruf membenarkan penyimpangan ini.

“Betul, telah adanya ajaran sesat dengan ketuanya saudara DJ, dari Desa Bojong dengan memiliki beberapa pengikut dengan jumlah 8 orang,” kata Kapolsek.

Ia menambahkan, telah ada pembinaan terhadap masyarakat yang telah mengikuti ajaran tersebut, dengan mengadakan musyawarah bersama para tokoh agama dan masyarakat.

“9 warga sudah kembali ke ajaran Islam dengan megucapkan dua kalimat syahadat,” tandasnya.

(byu)

Loading...

loading...

Feeds

PPDB Kolektif Diklaim Mampu Kurangi Angka Putus Sekolah

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …