Israel Setuju Gencatan Senjata, Hamas Klaim Kemenangan Palestina

Rakyat Palestina mengibarkan bendera dan membuat tanda V dengan jari setelah disetujuinya gencatan senjata di jalur Gaza (Mohammed Abed/AFP)

Rakyat Palestina mengibarkan bendera dan membuat tanda V dengan jari setelah disetujuinya gencatan senjata di jalur Gaza (Mohammed Abed/AFP)

POJOKBANDUNG.com – GENCATAN senjata diberlakukan di Jalur Gaza pada Jumat (21/5) dini hari setelah Mesir menengahi kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk menghentikan konflik yang telah berjalan selama 11 hari.


Sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya dengan suara bulat menerima rekomendasi untuk menerima inisiatif Mesir untuk melakukan gencatan senjata tanpa syarat.

Hamas dan Jihad Islam kemudian mengkonfirmasi gencatan senjata tersebut dalam sebuah pernyataan. Mereka mengatakan bahwa gencatan senjata akan mulai berlaku Jumat (21/5).

Ribuan orang di Gaza dan wilayah Palestina turun ke jalan untuk merayakan gencatan senjata. Mereka mengibarkan bendera dan membuat tanda V untuk kemenangan.

Hamas mengklaim kemenangan atas gencatan senjata Gaza. Berbicara kepada ribuan orang yang merayakan gencatan senjata di Kota Gaza, seorang tokoh senior Hamas telah mengklaim kemenangan dalam konflik dengan Israel menurut kantor berita AFP.

“Ini adalah euforia kemenangan,” kata anggota paling senior kedua dari biro politik kelompok itu di Jalur Gaza, Khalil al-Hayya. Dia juga berjanji untuk membangun kembali rumah yang hancur akibat serangan udara Israel.

Sementara itu, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan upaya serius untuk mengatasi penyebab utama konflik antara Israel dan Palestina.

“Saya menekankan bahwa para pemimpin Israel dan Palestina memiliki tanggung jawab di luar pemulihan ketenangan untuk memulai dialog serius guna mengatasi akar penyebab konflik,” kata Sekretaris Jenderal PBB.

“Gaza adalah bagian integral dari negara Palestina di masa depan dan tidak ada upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional yang nyata mengakhiri perpecahan,” ujar Guterres.

Di pihak Israel, 12 orang termasuk dua anak tewas. Sementara, setidaknya 232 warga Palestina termasuk 65 anak-anak, tewas dalam serangan Israel.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds