Ini Syarat dan Mekanisme PPDB 2021 Kota Bandung

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Cucu Saputra

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Cucu Saputra

POJOKBANDUNG.id, BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung tengah mematangkan draf Perwal terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021, yang memuat skema baru dalam memudahkan orang tua mendaftarkan anaknya.


Sekretaris Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra, Kamis (20/5/2021) mengungkapkan, untuk PPDB 2021, Pemkot Bandung akan membantu proses pendaftaran demi menghindari kerumunan saat orang tua mendaftarkan anaknya di sekolah.

Cucu mengungkapkan, PPDB 2021 hampir sama dengan tahun sebelumnya, dengan pendaftaran online. Hanya, orang tua kali ini diarahkan untuk meminta bantuan mendaftar ke sekolah asal.

“Pendaftaran ini bukan ke sekolah tujuan, tetapi melalui sekolah asal. Tetapi masyarakat tidak berbondong-bondong ke sekolah asal, tetapi wali kelas masing-masing sekolah memfasilitasinya,” ungkap Cucu di Auditorium Balai Kota Bandung.

Untuk informasi pelaksanaan PPDB, kata Cucu, akan turut dikomunikasikan bersama para guru atau wali kelas dari sekolah asal.

Hal ini ia anggap akan lebih mudah karena komunikasi bersama orang tua siswa intens terjalin selama proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) satu tahun terakhir.

Cucu mengimbau orang tua yang akan mengikuti PPDB 2021 untuk menyiapkan segala kebutuhan data administrasi dalam bentuk ‘softcopy’. “Kami optimis karena selama ini dari April 2020 sampai sekarang Mei 2021, wali kelas sudah terbiasa membangun komunikasi selama PJJ. Dan data yang diserahkan ke wali kelas itu semuanya digital,” ujarnya.

Namun, lanjut Cucu, pihak sekolah asal hanya membantu saja. Wali kelas menghimpun data peserta didik, selanjutnya operator sekolah yang akan membantu proses pengunggahan data secara online.

Cucu menerangkan, nantinya orang tua yang akan menentukan proses pendaftaran. Karena orang tua wajib mengonfirmasi dan memverifikasi data dan persyaratan yang telah diunggah.

Informasi mengenai konfirmasi data akan pihak sekolah asal sampaikan. Selain itu tersedia juga dalam laman ppdb.bandung.go.id sebagai website resmi peroses PPDB Kota Bandung. “Nanti bukan berarti wali kelas yang akan upload, tapi wali kelas mengumpulkan data nanti ada operator tiap sekolah untuk upload ke sistem online,” jelasnya.

“Nanti dalam sistem orang tua akan mendapat kesempatan mengonfirmasi dan ‘username’ untuk mengecek lagi,” sambungnya.

Cucu menambahkan, bagi orang tua yang tidak memasukan anaknya ke TK, bisa meminta bantuan ke TK terdekat untuk proses pendaftaran masuk ke SD. “Kami mengarahkan untuk TK terdekat membantu. Walaupun tidak terdaftar pada TK terdekat,” tuturnya.

Ia juga mengimbau, orang tua tetap tenang dalam proses PPDB. Karena untuk dalam waktu dekat ini masih dalam proses pengumpulan data dan persyaratan untuk pendaftaran mulai 24 Mei – 11 Juni.

Para orang tua harus cermat dalam memberikan data dan persyaratan kepada sekolah asal.

“Jadi PPDB sekarang tahapannya ini jangan jadi heboh. Ini tahap pendataan dan tahap pendaftaran. Ini yang harus optimalkan. Pendataan mulai 24 Mei – 11 Juni. Nanti maksimalkan, masukan persyaratan sesuai jalur yang dipilih,” ungkapnya.

Cucu berharap, masyarakat bisa memahami untuk pendaftaran melalui jalur zonasi. Bahwa dasar jalur ini memang dibagi dalam wilayah dan radius dari lokasi sekolah. Ia akui ada beberapa kasus lokasi rumah peserta didik yang berada pada perbatasan zona wilayah.

Hal ini dimungkinkan bisa masuk ke wilayah lain selama dalam batas kelonggaran radius. “Zonasi itu untuk SMP ada 4 zona basisnya kecamatan, SD ada 8 zona. Prinsipnya zona itu adalah radius. Tapi ada toleransi radius, untuk SD 1 kilometer dan SMP 3 kilometer. Jadi walaupun beda zona kalau jaraknya masih masuk itu bisa saja,” katanya. ***

Loading...

loading...

Feeds