Ratusan Calon Penumpang KA Jarak Jauh dari Bandung Gagal Berangkat Selama Periode Larangan Mudik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan larangan mudik tidak dengan memutarbalikkan kendaraan di pos-pos penyekatan jalan, namun juga pembatasan bagi penumpang kereta api (KA) Jarak Jauh.


Mulai 6-17 Mei 2021, ratusan calon penumpang dikabarkan gagal berangkat.

Manager Humasda Daop 2 Bandung, Kuswardoyo menyampaikan, berdasarkan catatannya pada periode tersebut, sebanyak 290 calon penumpang kereta gagal berangkat sebab gagal verifikasi data di stasiun.

“Seluruh pelanggan kami verifikasi berkas-berkasnya terlebih dahulu secara cermat dan teliti. Jika tidak lengkap maka tidak akan kami izinkan untuk berangkat,” ujar Kuswardoyo, Selasa (18/5).

Kuswardoyo mengingatkan, perjalanan KA Jarak Jauh pada masa peniadaan mudik itu dioperasikan bagi mereka yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Orang-orang yang dikecualikan tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non-mudik lainnya,” katanya.

Selama periode 6-17 Mei 2021, Daop 2 telah melayani 3.805 pelanggan KA Jarak Jauh dimana rata-rata KAI melayani 318 pelanggan perhari.

Jumlah tersebut turun 85 persen dibanding masa pengetatan pra-mudik, 22 April hingga 5 Mei, yakni melayani hingga 26.784 penumpang dengan rata-rata 1.913 pelanggan KA Jarak Jauh per hari.

Adapun untuk saat ini, pada masa pengetatan pasca peniadaan mudik yaitu 18-24 Mei 2021, KAI kembali mengoperasikan KA Jarak Jauh ke berbagai daerah sebanyak 10 perjalanan KA Jarak Jauh keberangktan Daop 2 Bandung dan beberapa KA Fakultatif.

Kuswardoyo menginformasikan, masyarakat tidak perlu lagi menyertakan surat izin perjalanan, namun masih harus melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 berupa surat keterangan negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau GeNose C19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam.

KAI menyediakan layanan Rapid Test Antigen dan pemeriksaan GeNose C19 seharga di empat stasiun di wilayah Daop 2 Bandung, yakni Stasiun Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya dan Banjar.

“Terus terapkan protokol kesehatan secara konsisten dan disiplin untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Kuswardoyo.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds