750 Narapidana Lapas Jelekong Dapat ‘Kado’ Khusus Idul Fitri

SIMBOLIS: Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung, Faozul Ansori saat memberikan surat kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung yang menerima remisi lebaran. FIKRIYAH/ RADAR BANDUNG

SIMBOLIS: Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung, Faozul Ansori saat memberikan surat kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung yang menerima remisi lebaran. FIKRIYAH/ RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Sebanyak 750 orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung, mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021.


Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung, Faozul Ansori mengatakan 750 narapidana yang mendapatkan remisi itu terdiri dari 213 narapidana mendapatkan pengurangan hukuman selama 15 hari. Kemudian, 431 narapidana mendapatkan pengurangan hukuman selama satu bulan.

Selanjutnya, 98 narapidana mendapatkan pengurangan hukuman selama 1 bulan 15 hari dan delapan orang mendapatkan pengurangan hukuman selama dua bulan.

“Kebetulan di sini (Lapas Jelekong) tidak ada yang langsung bebas atau RK II,” ujar Faozul saat wawancara via telepon, Senin (17/5/2021).

Adapun kriteria narapidana yang bisa mendapatkan remisi, kata Faozul, memiliki perilaku yang baik dan tidak pernah melanggar aturan. Kemudian syarat lainnya adalah sudah menjalani hukuman minimal enam bulan tepat pada hari raya idul fitri.

“Setidaknya narapidana kalau berkelakuan baik pasti itu dapat remisi, itu kan merangsang untuk orang selalu berbuat baik, ada harapan, kalau berbuat baik rewardnya dapat remisi atau pengurangan hukuman, kalau tidak baik, sering bikin keributan, bikin masalah, tidak menaati peraturan ya tidak mendapat remisi. Kalau dapat remisi berkurang hukumannya, jadi cepat kembali ke keluarga dan ke masyarakat,” tutur Faozul.

Sementara itu, Kasubsi Registrasi Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Bandung, Muhamad Nurzaman menambahkan, remisi yang diberikan itu adalah khusus keagamaan. Artinya, diberikan sesuai dengan agama yang tercantum di surat putusan.

“Narapidana ada 1.030 orang, yang dapat remisi 750 orang, sisanya belum ada Berita Acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan (BA-17), belum divonis, ada yang belum enam bulan menjalani hukuman dan ada yang melakukan pelanggaran,” tambah Nurzaman.

“Kita sudah usulkan tapi tidak ada yang menerima remisi khusus II atau langsung bebas, karena sekarang ini kan sudah banyak asimilasi rumah, larinya ke asimilasi rumah resmi, jadi enggak ada yang langsung pulang,” jelasnya.

Jika ada narapidana yang melakukan pelanggaran usai menerima remisi, kata Nurzaman, maka untuk tahun berikutnya narapidana tersebut tidak akan mendapatkan pengurangan hukuman.

“Jadi nanti kita melihat mereka yang diberikan remisi, mulai dari setelah lebaran sampai nanti ketemu lebaran selanjutnya. Jadi kalau nanti setelah ini dia melakukan pelanggaran, berarti di tahun depannya kita tidak berikan remisi,” pungkas Nurzaman.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

24 Preman Tanjung Priok Digaruk Polisi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Jajaran Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Utara menangkap 24 preman yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) di …